Yamaha

Pemprov DKI Akan Bangun Kampung Akuarium Jadi Permukiman Layak Huni

  Jumat, 14 Agustus 2020   Khoirur Rozi
Penampakan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut. (Suara.com/Arga).

PENJARINGAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta  akan menata permukiman kumuh agar menjadi hunian yang layak. Pada tahap awal, Pemprov DKI akan menata Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko mengatakan, Kampung Akuarium dibangun paling awal dengan mempertimbangkan kesiapan dari sisi lingkungan maupun administratif.

"Kampung Akuarium dapat dibangun karena lahan Kampung Akuarium merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan peruntukan lahannya sesuai dengan rencana tata ruang," kata Sarjoko, Jumat (14/8/2020).

AYO BACA : 299 Warga Kampung Akuarium Negatif COVID-19

Sebagai kawasan cagar budaya, rencana penataan Kampung Akuarium telah dibahas secara matang. Pada 2018 lalu, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan program peningkatan kualitas permukiman melalui Community Action Plan (CAP) di lokasi ini.

Proses CAP dimulai dari sosialisasi, rembuk RW, FGD, hingga penyusunan rencana penataan kampung dengan melibatkan masyarakat setempat.

"Kampung Akuarium telah melewati diskusi yang cukup panjang, melewati pembahasan dan penyesuaian-penyesuaian yang dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, sebagai hunian massal di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta," jelasnya.

AYO BACA : PDIP DKI: Anies Coba Mengelabui dan Melanggar Aturan Soal Rumah Berlapis

Rencana penataan Kampung Akuarium dilakukan dengan berkolaborasi bersama warga. Desain awal kawasan tersebut diberikan oleh warga yang kemudian diteruskan menjadi desain perencanaan Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta.

"Pendekatan kolaboratif pada pembangunan kembali kampung akuarium diharapkan akan menjadi titik awal penataan permukiman yang kolaboratif di DKI Jakarta," katanya.

Sebagai informasi, lahan yang akan dibangun Kampung Susun Akuarium ini merupakan pulau hasil sedimentasi tanah yang dibawa aliran Sungai Ciliwung menuju muara. Sedimentasi tersebut terjadi pada abad ke-18 dan berbentuk seperti pulau.

Pada periode 1950, nama Akuarium menggantikan nama Pusat Laboratorium Penelitian Laut ketika Pemerintah Indonesia mengambil alih tempat tersebut dari Belanda. Pusat laboratorium ini kemudian dijadikan wisata akuarium oleh Pemprov DKI Jakarta. Sejarah tersebut turut melekat pada warga Kampung Akuarium.

AYO BACA : Ini 10 RW Terbaik di Jakarta Timur Dalam Penanganan Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar