Yamaha

Pemprov DKI Kucurkan Rp62 miliar Untuk Pembangunan Kampung Akuarium

  Selasa, 18 Agustus 2020   Aini Tartinia
Maket pembangunan Kampung Susun Akuarium, Jakarta Utara. Foto: Republika/ Muhammad Ubaidillah

PENJARIGAN, AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana Rp62 miliar untuk pembangunan Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Pembangunan ditargetkan rampung 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko, membeberkan detail pembangunan Kampung Susun Akuarium. Permukiman bakal dibangun di lahan seluas 10.000 meter persegi.

"Kami bakal kalkulasi apakah 5 blok bisa dicukupi atau tidak anggaranya," kata Sarjoko dikutip republika.co.id - jaringan Ayojakarta.com, Selasa (18/08/2020).

Nantinya, kampung tersebut terdiri dari 5 blok, dan diisi oleh 241 hunian dengan tipe 36. Untuk desain penataan, disebutkan Sarjoko melibatkan partisipasi warga Kampung Akuarium dan telah melalui sidang tim ahli cagar budaya dan sidang pemugaran, tim ahli bangunan gedung

Sarjoko menyebut pembangunan Kampung Susun Akuarium sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 112 tahun 2019 Tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, pembangunan kampung susun akuarium harus jadi contoh pembangunan perkampungan lain di Jakarta, sehingga dapat mengubah stigma kampung menjadi lingkungan sehat dan tak tertinggal dari kampung lain.

AYO BACA : GUBERNUR ANIES: 17 Agustus 2020, Hari Kemerdekaan Kampung Susun Akuarium

"Kampung harus hidup berkembang dan mengikuti kemajuan zaman. Yang harus muncul adalah kampung yang sehat, bersih dan harus dihilangkan adalah kumuh," ujar Anies.

Anies juga menambahkan, pembangunan kampung itu melibatkan berbagai elemen.

"Unsur masyarakat, ahli, fasilitator dan pemerintah. Jadi ada enpat komponen perencanaan ini. Akhirnya muncul konsep kampung susun," katanya.

Sebelumnya, nama Kampung Akuarium mencuat setelah pada April 2016 lalu digusur oleh Pemprov DKI. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjabat saat itu menganggap warga Kampung Akuarium tinggal ilegal di atas lahan seluas 1 hektare tersebut.

Saat itu Ahok berencana membangun tanggul proyek pembangunan pesisir Ibu Kota egara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) fase A di lokasi Kampung Akuarium.

Sebanyak 345 keluarga yang mendiami lahan seluas sekitar satu hektare dipaksa pindah, sebagian yang menggenggam sertifikat tanah direlokasi ke rumah susun.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar