Yamaha

Rapper 11 Tahun Sampaikan Kondisi di Gaza lewat Lirik Lagu

  Rabu, 19 Agustus 2020   Budi Cahyono
Abdel-Rahman Al-Shantti. (Foto: Reuters)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM --  Ada banyak cara untuk mengekspreksikan diri dan menyampaikan pesan pada dunia luas. Cara penyampaian yang menarik tentu akan lebih banyak memancing orang untuk menyimak pesan. Inilah yang dilakukan oleh seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Gaza.

Namanya adalah Abdel-Rahman Al-Shantti. Shantti dikenal karena videonya melakukan rap di luar sekolahnya di Kota Gaza. Video yang menampilkan ia bersama teman-temannya ini sudah ditonton oleh ratusan ribu orang. Bahkan video ini juga ikut dibagikan oleh rapper Inggris, Lowkey.

AYO BACA : Buntu Ide dalam Berkarya? Tonton 7 Film Inspiratif Ini sebagai Pancingan!

Shantti mengaku telah belajar rap sejak dua tahun lalu. Ia mengaku terus berlatih dan ingin terus mengimprovisasi diri untuk menulis lirik orisinal.

Meski menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari, lirik rap yang ditulis dan diucapkannya adalah bahasa Inggris. Shantti mampu mengucapkan rap dalam bahasa Inggris dengan lancar dan jelas, nyaris tidak terdengar aksen Arab sama sekali. Hal ini karena Shantti mengaku sering mendengarkan rapper Amerika seperti Eminem, Tupac, dan DJ Khaled.

AYO BACA : bjb Obati Rindu Penggemar Isyana Sarasvati

“I am here to tell you our lives are hard. We got broken streets and bombs in the yard.” Begitu bunyi lirik dalam salah satu lagu Shantti berjudul “Gaza Messenger”. Lirik tersebut mengacu pada tiga perang dahsyat yang terjadi antara pihak Israel dan Hamas.

Shantti menyebutkan, idolanya adalah Eminem. “Saya ingin menjadi seperti Eminem, bukan untuk meniru gayanya, saya punya gaya saya sendiri. Tapi dia adalah rapper favorit saya, idola saya,” ungkap Shantti kepada Reuters, selagi menulis lirik dan menciptakan nada rapnya melalui ponsel.

Di lagu lainnya yang bertajuk “Peace”, Shantti menggambarkan momen perang dengan Israel yang terjadi pada tahun 2008-2009. “I was born in Gaza City, and the first thing I heard was a gunshot. In my first breath, I tasted gunpowder.” Begitu bunyi lirik yang ditulis Shantti.

Shantti menyatakan ia berharap bisa menjelaskan tantangan yang dihadapi Gaza karena blokade yang dilakukan Israel. Blokade ini disebutkan oleh para ekonom sebagai penyebab melonjaknya angka kemiskinan di daerah pesisir. Israel menyebut ancaman dari Hamas soal pembatasan tersebut.

“Saya ingin menunjukkan kehidupan di Gaza pada dunia luar,” ucap Shantti. “Pesan-pesan saya berbicara tentang perdamaian, dan ingin saya sampaikan pada sebanyak-banyaknya orang.” (Putri Shaina)

AYO BACA : Utopia, Serial Manuskrip Graphic Novel Penuh Konspirasi Dirilis Ulang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar