Yamaha

Mantab, Jakarta Timur Bukan Lagi Zona Merah Alias Risiko Tinggi Covid-19

  Rabu, 19 Agustus 2020   Eries Adlin
Zona merah di wilayah Jakarta Timur pada Juli/ayojakarta.com/st eries adlin

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Wilayah Jakarta Timur tidak lagi masuk zona risiko tinggi, kerap disebut dengan zona merah, dalam data laman resmi pemerintah pusat untuk penanggulangan Covid-19, covid19.go.id pada Rabu 19 Agustus 2020.

Kini, Jakarta Timur masuk kategori risiko sedang atau zona oranye bersama dengan Jakarta Selatan. Kabupaten Kepulauan Seribu malah lebih baik lagi, kini sudah masuk zona kuning alias risiko rendah. Tiga wilayah administrasi yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara masih berada dalam zona merah atau kategori risiko tinggi.

AYO BACA : Delapan Hari Berturut-turut, Kasus Baru Covid-19 DKI Jakarta Bertambah Lebih dari 500 Kasus!

Pada hari-hari sebelumnya, Jakarta Timur masih masuk zona merah bersama dengan tiga wilayah tersebut. Namun, keadaan tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus harian Covid-19 mencapai 565 kasus pada Rabu (19 Agustus 2020). Penambahan tersebut menjadikan total kasus di DKI mencapai 31.162 kasus positif Covid-19.

Untuk kasus sembuh hari ini, menurut catatan laman resmi Pemprov DKI Jakarta untuk penanganan Covid-19, corona.jakarta.go.id, tercatat ada 564 kasus berhasil disembuhkan. Dari jumlah akumulasi tersebut, 21.064 orang dinyatakan telah sembuh dan 18 orang meninggal dunia. Sehingga, DKI mencatat kasus aktif sebanyak 9.047.

AYO BACA : Selamat Datang Kembali, Koeman

Penambahan kasus harian pada hari ini, semakin menambah rentetan panjang kasus harian di DKI yang melebihi angka 500 kasus. Sudah delapan hari berturut-turut, DKI selalu mencatatkan kasus di atas angka 500 kasus.

Dari grafik yang ditayangkan corona.jakarta.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

  • 12 Agustus 578 kasus
  • 13 Agustus 621 kasus
  • 14 Agustus 575 kasus
  • 15 Agustus 598 kasus
  • 16 Agustus 518 kasus
  • 17 Agustus 528 kasus
  • 18 Agustus 505 kasus
  • 19 Agustus 565 kasus

Penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta juga sempat beberapa kali melewati angka 600-an dan sekali di atas 700 kasus dengan dengan rekor tertinggi terjadi pada 8 Agustus dengan jumlah 721 kasus.

Dalam perpanjangan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase 1 ini, Pemprov DKI Jakarta memperketat kegiatan-kegiatan yang berpotensi mendatangkan kerumunan di ruang publik, seperti meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), meniadakan Kawasan Khusus Pesepeda (KKP), dan meniadakan perlombaan perayaan HUT Kemerdekaan ke-75 RI.

AYO BACA : Ilmuwan AS Sebut Covid-19 Pertama Kali Muncul Tahun 2012, Begini Penjelasannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar