Yamaha

BLT PEKERJA FORMAL CAIR 25 AGUSTUS: Ini Tip Kelola Uang Subsidi Gaji Agar Lebih Manfaat

  Jumat, 21 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/Republika/Prayogi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah sudah menjanjikan bantuan langsung tunai dalam bentuk subsidi upah atau gaji untuk pekerja formal yang terdaftar sebagai peserta aktif di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, cair mulai 25 Agustus.

Selain persyaratan aktif sebagai peserta BP Jamsostek, para pekerja tersebut harus memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan, dan bukan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan BUMN. Meski begitu, pegawai honorer di lembaga pemerintahan dan tenaga outsource atau alih daya berhak atas BLT tersebut.

Besaran bantuan adalah Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau Rp2,4 juta. Namun, pencairannya akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp1,2 juta, menurut rencana, mulai dicairkan pada 25 Agustus. Uang akan lansung dikirim ke nomor rekening penerima BLT.

Kebijakan subsidi upa atau gaji kepada pekerja yang tercatat sebagai peserta aktif BP Jamsostek dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan itu merupakan bagian dari stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional dalam menanggulangi dampak Covid-19.

Bantuan ini tentu jadi berkah tersendiri di tangah pandemi. Berikut adalah tip pengelolaan keuangan dari Lifepal.co.id bagi para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta yang akan menerima insentif ini.

1. Jangan gunakan bantuan dana ini untuk kebutuhan gaya hidup

Bagi mereka yang berstatus karyawan dan lajang, maka bantuan langsung tunai ini bisa serupa dengan insentif karyawan swasta yang bebas digunakan untuk apapun. Termasuk di antaranya adalah untuk memuaskan keinginan dan pengeluaran yang bersifat gaya hidup.

Akan tetapi, patut diingat bahwa dana tersebut hanya akan menguap begitu saja jika digunakan untuk keperluan gaya hidup.

Sementara itu, kondisi di era pandemi ini kerap memaksa kita untuk menjaga kesehatan keuangan kita karena Covid-19 terbukti menciptakan ketidakpastian ekonomi di Indonesia. Tidak sedikit sektor bisnis yang terpaksa gulung tikar atau mengurangi pegawai guna mengurangi biaya operasional mereka.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Sebagai karyawan, siapapun jadi berpotensi kehilangan pekerjaan atau mengalami pengurangan penghasilan di masa ini. Jadikanlah BLT sebagai sebuah insentif karyawan swasta untuk menyehatkan pemasukan dan pengeluaran Anda per bulan.

2. Manfaatkan dana tersebut untuk menambah cadangan dana darurat.

Apakah cadangan dana darurat Anda sudah cukup? Jika belum, maka insentif ini tentunya bisa digunakan untuk menambah cadangan dana darurat.

Memang, tidak ada besaran pasti berapa dana darurat yang harus tersedia di rekening khusus dana darurat. Namun, banyak perencana keuangan terkemuka yang menyarankan agar besaran dana darurat adalah minimal tiga kali pengeluaran pokok bulanan bagi mereka yang masih lajang, dan minimal enam kali pengeluaran pokok bulanan bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Namun, di masa pandemi seperti ini, memiliki cadangan uang lebih banyak tentu akan lebih baik. Jika minimal sudah ada dana senilai enam kali pengeluaran pokok bulanan di dalam pos dana darurat, itu tentu jadi persiapan yang baik dalam menghadapi segala ketidakpastian.

Segera simpan dana tersebut dan jangan gunakan untuk keperluan lain selain yang bersifat darurat. Sebab, sesuai namanya, dana ini hanya digunakan pada keadaan terdesak, seperti misalnya Anda terpaksa jadi korban PHK dan harus tetap memenuhi kebutuhan hidup sampai mendapatkan nafkah baru.

3. Cobalah untuk melunasi utang berbunga besar dan yang bersifat konsumtif

Alangkah baiknya bagi kita untuk hidup bebas utang di saat perekonomian sedang tidak bersahabat. Karena keberadaan cicilan utang per bulan tentu saja bisa mengganggu proses belanja kebutuhan pokok bagi kita yang menerima gaji di bawah Rp5 juta.

Jika memang arus kas bulanan kita sudah sehat yang artinya pengeluaran tak lagi melebihi pemasukan, maka ada baiknya untuk menggunakan insentif itu untuk bayar utang. Sebelum melakukan pelunasan, cobalah tanya ke pihak kreditur soal prosedur dan besaran biaya penalti yang dikenakan.

Apabila pokok utang terlihat masih cukup besar dan bisa mengakibatkan denda yang melebihi 35% pemasukan kita, maka jangan paksakan untuk mempercepat pelunasan. Namun, jika biaya penalti tidak terlalu besar, lunasi saja secepatnya.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

4. Selalu lindungi diri

Jika memang kondisi keuangan kita sudah sehat, yakni di mana pengeluaran kita tak melebihi pemasukan, dana darurat tersedia dengan cukup, dan tidak ada tunggakan utang yang melebihi 50% dari total nilai aset kita, maka insentif itu pun bisa kita gunakan untuk terus melindungi diri dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Bagi Anda yang memiliki tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan, dana ini mungkin juga bisa membantu untuk mengatasi masalah ini.

Hal ini juga berkenaan dengan pemotongan pengeluaran bulanan yang baiknya kita lakukan di saat pandemi seperti untuk gym, subscription pada app tertentu, pemakaian listrik berlebih, dan lain sebagainya.

Jika semua pengeluaran bulanan bisa disortir, prioritaskan hal-hal pokok termasuk perlindungan kesehatan diri yang dapat membantu kita menghadapi resiko finansial, terutama karena adanya inflasi biaya kesehatan yang terus naik.

5. Mulailah kebiasaan untuk berinvestasi secara rutin

Jika memang tidak memiliki beban utang konsumtif yang besar, dana darurat sudah dimiliki, dan jaminan kesehatan maupun asuransi kesehatan sudah ada, maka tidak ada alasan lain untuk tidak mencoba berinvestasi.

Investasi beragam jenisnya. Yang awam dikenal masyarakat adalah deposito, emas, properti, reksadana, hingga saham. Dengan dana BLT karyawan swasta yang hanya sebesar Rp 2,4 juta, rasanya mustahil untuk berinvestasi properti. Berinvestasi emas pun bisa dikatakan kurang bijak saat ini karena harganya yang sudah terlalu melambung tinggi.

Menginvestasikan dana tersebut ke deposito bisa aman walaupun sedang kurang menguntungkan, karena suku bunga acuan saat ini sangat rendah. Alternatif terbaik untuk berinvestasi di masa sulit seperti ini adalah di reksa dana pendapatan tetap, obligasi negara, reksa dana pasar uang, dan saham blue chip.

Jangan dulu bermimpi untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat, apalagi sampai tergoda iming-iming investasi berimbal hasil besar yang tidak jelas legalitasnya. Pada intinya, prinsip berinvestasi adalah untuk mengamankan nilai uang yang kita miliki saat ini agar tidak tergerus inflasi.

Mari menganggap bahwa dana bantuan ini sebagai “uang untuk belajar berinvestasi”. Gunakan uang tersebut sebagai dana awal investasi. Paling tidak, jika selama ini belum pernah sama sekali berinvestasi, BLT bisa menjadi awal yang baik untuk memulai kebiasaan menguntungkan untuk berinvestasi secara rutin.

Selama ada niat, siapapun dapat mulai mengatur keuangannya dengan baik, termasuk kita yang menerima gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan langsung tunai yang berkisar Rp600 ribu per bulan tentu bisa menjadi berkah untuk meringankan pengeluaran kita asalkan kita selalu bijak dalam menggunakannya.

Kalian yang ingin mengetahui lebih lengkap tip mengelola dana BLT p[ekerja formal yang dijanjikan cair 25 Agustus silakan akses:

 https://lifepal.co.id/asuransi/kesehatan/

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar