Yamaha

Kata Mas Tri Soal Peningkatan Klaster Keluarga di Bekasi

  Jumat, 21 Agustus 2020   Firda Puri Agustine
ilustrasi (dok)

BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM --  Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bekasi kian mengkhawatirkan. Ada peningkatan rata-rata 50 kasus dalam sehari sejak pekan lalu.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi menyebut bahwa lonjakan tersebut disumbang oleh klaster keluarga yang disebut menjadi paling tinggi di antara klaster lain.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono atau akrab disapa Mas Tri meminta masyarakat untuk tidak resah, juga tidak abai terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Menurut dia, kehidupan harus tetap berjalan, begitupun roda perekonomian keluarga.

AYO BACA : Lonjakan Covid-19 karena Klaster Keluarga, Ini Pesan Wali Kota Bekasi

“Dalam tatanan kehidupan baru yang produktif, yang perlu dilakukan adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendorong perekonomian. Baik (perekonomian) keluarga, kota, dan ekonomi nasional,” kata Mas Tri saat dihubungi Ayobekasi.net, Jumat (21/8/2020).

Oleh karena itu, lanjut dia, berkegiatan yang seperti disebutkan tadi perlu pengetatan serta disiplin masyarakat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa dan kegiatan sosial perlu diminimalisasi serta dihindari,” ujar Mas Tri.

AYO BACA : Persediaan Rapid Test di Bekasi Ada 60 Ribu Unit, Cukup hingga Desember

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan bahwa hingga 16 Agustus 2020 tercatat sebanyak 155 kasus keluarga dengan jumlah jiwa keseluruhan mencapai 437 orang.

“Klaster keluarga Ini meningkat dan menjadi klaster tertinggi di Bekasi,” kata Rahmat.

Peningkatan klaster keluarga, lanjut dia, berdampak pada 10 Kecamatan dan 32 Kelurahan di seluruh Kota Bekasi. Hal ini disebabkan adanya mobilitas tinggi di antara keluarga yang satu dengan yang lain.

“Klaster keluarga ini kebanyakan karena mengunjungi keluarga satu sama lain. Seolah-olah pada saat tatanan baru menganggap tidak ada lagi virus, padahal virusnya masih ada,” ujar pria yang akrab disapa Pepen itu.

AYO BACA : Rasio Positif Covid-19 Kota Bekasi Capai 7,7%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar