Yamaha

BLT PEKERJA FORMAL CAIR 25 AGUSTUS: Rincian Lengkap Wilayah Penerima Subsidi Gaji Rp2,4 juta

  Sabtu, 22 Agustus 2020   Aini Tartinia
[ilustrasi] data sebaran nomor rekening tiap wilayah (dok: BPJamsostek)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), bakal memberikan subsidi gaji sebesar Rp2,4 juta kepada pekerja formal. Subsidi tersebut diberikan kepada pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek dengan ketentuan penerima subsidi adalah peserta BPJamsostek aktif dan bergaji di bawah Rp5 juta perbulan.

Data BPJamsostek per 21 Agustus 2020 mengungkapkan sebaran rekening bank penerima subsidi gaji paling banyak di Pulau Jawa. Salah satunya, provinsi dengan sebaran rekening terbanyak adalah DKI Jakarta yakni 3 juta rekening bank penerima.

Berikut rincian data sebaran rekening bank per kantor wilayah tercatat paling banyak:

·         DKI Jakarta: 3.072.814 rekening penerima

·         Jawa Barat: 1.958.260 rekening penerima

·         Jawa Tengah dan DIY: 1.787.918 rekening penerima

·         Jawa Timur: 1.557.200 rekening penerima

·         Kalimantan: 1.096.658 rekening penerima

·         Banten: 965.965 rekening penerima

·         Sumatera Barat dan Riau: 798.763 rekening penerima

·         Sumatera Bagian Selatan: 626.530 rekening penerima

Sementara itu, berikut sebaran data rekening bank per kantor wilayah yang tercatat paling sedikit jumlah penerima subsidi upah:

·         Sulawesi dan Maluku: 556.159 rekening penerima

·         Bali, Nusa Tenggara dan Papua: 521.068 rekening penerima

BPJamsostek menyatakan, terdapat 1,15 juta nomor rekening yang bakal dihapus dari daftar 15,7 juta pekerja calon penerima subsidi upah. Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menyebut, sebanyak 1,15 juta rekenng peserta tersebut berpotensi dicoret dari daftar penerima subsidi upah lantaran masih tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkand alam Permenaker No.14 Tahun 2020.

“Dari yang tidak valid ada beberapa kita drop karena di luar kriteria Kemnaker, tapi yang karena NIK tidak valid, namanya berbeda itu dikembalikan ke perusahaan dan dikembalikan lagi,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Jumat (21/8/2020).

Sampai 21 Agustus 2020, BPJamsostek mengantongi 13,6 juta nomor rekening dari total 15,7 calon penerima bantuan subsidi upah (BSU). Berdasarkan proses validasi akhir, ditemukan sebanyak 7,5 juta nomor rekening tercatat valid dan siap menerima transferan BSU, sementara itu sekitar 667 ribu nomor rekening belum valid.

Deputi Direktur Bidang Project Management BPJamsostek Ronie Erfianto menuturkan, pihaknya tengah menelusuri 1,15 juta nomor rekening calon peserta yang dianggap tak valid tersebut. Hasil penelusuran akan dijadikan keputusan akhir, apakah 1,15 juta rekening calon peserta bakal dipastikan cut off atau tidak.

“Jika ditemukan validasi 1,15 juta itu sudah otomatis tak sesuai kriteria, kita lanjutkan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan BSU. Jadi itu sudah tegas, yang sifatnya berproses masih akan berlanjut dan akan kita teruskan,” kata Romie.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar