Yamaha

CARA DAFTAR BSU PEKERJA FORMAL: Batas Akhir Pengumpulan Rekening ke BP Jamsostek 31 Agustus

  Minggu, 23 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/Republika/Prayogi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Bantuan subsidi upah (BSU), sebelumnya kerap disebut bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja formal yang tercatat sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan, menurut rencana, cair mulai 25 Agustus. Rekening para calon penerima BSU masih ditunggu sampai dengan 31 Agustus.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, kini sering disebut BP Jamsostek, telah mengumpulkan 13,6 juta nomor rekening pekerja dengan gaji bersih di bawah Rp 5 juta per bulan. Secara keseluruhan, ada 15,7 juta peserta aktif BP Jamsostek yang ditargetkan sebagai calon penerima BSU. Sampai dengan Jumat pekan lalu, baru 7,5 juta pekerja yang sudah tervalidasi dan siap menerima BLT untuk pekerja formal tersebut.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto mengungkapkan bahwa batas akhir waktu pengumpulan rekening hingga 31 Agustus 2020. Rekening tersebut akan divalidasi melalui tiga tahapan.

“Kami lakukan validasi berlapis agar penerima bantuan subsidi upah nantinya memang memenuhi kriteria yang ditentukan, tujuannya tidak lain untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Jumat (21 Agustus 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Berikut adalah tahapan validasi berlapis yang dilakukan BP Jasmsotek terkait data calon penerima BSU:

  • 1. Validasi awal yang dilakukan bersama pihak eksternal yaitu perbankan. Pada tahap ini lebih dari 13,6 juta (per 21 Agustus 2020) nomor rekening yang telah dikumpulkan, diseleksi berdasarkan validitas nomor rekening, seperti keaktifan dan keabsahan nomor rekening. Saat ini, BP Jamsostek melakukan validasi dengan setidaknya 127 perbankan yang ada di Indonesia.

  • 2. Validitas internal atas data kepersetaan yang memenuhi kriteria seperti tertera pada Permenaker No.14 Tahun 2020, yakni terkait keaktifan kepersetaan BPJamsostek, batas maksimal upah yang ditetapkan dan memastikan calon penerima bantuan dari kategori pekerja peneirma upah.

  • 3. BP Jamsostek melakukan validasi berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang disesuaikan dengna kepemilikan rekening. Ini dilakukan untuk menekan kemungkinan terjadinya penerima bantuan ganda karena yang bersangkutan tercatat aktif bekerja di lebih dari satu perusahaan yang berbeda.

Pemerintah menjanjikan BSU Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau totalnya Rp2,4 juta per orang akan cair mulai 25 Agustus. Berikut ini syarat calon penerima BSU pekerja atau buruh formal yang diatur dalam Pasal 3 ayat (2) Permenaker No.14 tahun 2020 yang ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauizyah pada 14 Agustus 2020:

  • AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

    1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan

  • 2. Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan

  • 3. Pekerja/buruh penerima gaji/upah

  • 4. Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020

  • 5. Peserta peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan

  • 6. Memiliki rekening bank yang aktif Permenaker tersebut ditetapkan oleh Menaker Ida Fauziyah dan mulai berlaku 14 Agustus 2020.

Untuk mengetahu ketentuan lengkap dalam beleid tersebut silakan mengakses link di bawah ini:

https://jdih.kemnaker.go.id/data_puu/Permen_9_2020.pdf

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar