Yamaha

Soal Naturalisasi Pemain, Ketua Komisi X DPR Sebut Berdampak Negatif bagi Sepak Bola Indonesia

  Senin, 24 Agustus 2020   Budi Cahyono
Pemain Timnas U-19 saat menjalani sesi latihan dalam pemusatan latihan di Jakarta. (dok PSSI)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Publik sepak bola Tanah Air dikejutkan dengan sejumlah pemain asing dari Brasil klub Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United. Kehadiran deretan pemain tersebut mengundang pro kontra di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Selain itu, PSSI juga berencana menaturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas U-19 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2021, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

Rencana PSSI tersebut mendapatkan kritikan keras dari Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dia berpendapat, naturalisasi pemain hanyalah cara instan meraih prestasi, tetapi tak menyelesaikan akar persoalan pembinaan sepak bola Tanah Air.

AYO BACA : Elkan Baggott, Pemain Timnas U-19 Keturunan Inggris, Gantengnya Bikin Meleleh…

“Rencana naturalisasi pemain besar-besaran agar berprestasi di Piala Dunia U-20 sangat bertentangan dengan filosofi olahraga prestasi di Indonesia. Langkah itu ibarat jalan pintas yang belum tentu menghasilkan prestasi yang diidamkan,” ujar Syaiful Huda dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2020).

Jika wacana tersebut benar adanya, Syaiful menilai bahwa langkah naturalisasi justru akan membawa dampak negatif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Di antara dampak negatif yang tak terelakkan terjadi adalah terpuruknya mental para pemain muda di Indonesia karena merasa tidak dihargai oleh pemerintah dan PSSI, terlebih mereka telah berlatih keras sejak usia dini.

AYO BACA : Soal Kedatangan Pemain Brasil, Indra Sjafri Sebut Tidak Ada Hubungannya dengan PSSI

Tak hanya itu, segala upaya dari pembinaan pemain usia dini selama ini akan sia-sia. Padahal sudah ada peraturan klub di Indonesia yang diminta bahkan diwajibkan untuk mempunyai tim muda serta mencetak pemain handal di masa depan.

“Betapa besar biaya untuk melakukan semua itu. Namun saat ada kebutuhan untuk membentuk tim nasional, tiba-tiba pemerintah dan federasi lebih memilih melakukan naturalisasi pemain. Ini kan sangat ironis,” ujarnya.

Naturalisasi pemain juga menurutnya hanya akan menutupi akar masalah pembinaan sepak bola di Tanah Air, seperti kurikulum pembinaan yang tak seragam, laju kompetisi yang kerap terhenti, hingga rumor dikuasainya saham klub-klub Liga I Indonesia oleh individu atau kelompok tertentu.

Menurut Syaiful, justru kendala-kendala tersebut lah yang mesti diurai untuk ditemukan solusinya. Bukan malah ditutupi dengan melakukan naturalisasi pemain asing demi meraih prestasi instan.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sebelumnya bahkan sempat menyatakan jika opsi naturalisasi pemain sangat mungkin dilakukan melalui klub-klub Liga 1.

“Beberapa klub ada yang melakukan naturalisasi. Kalau nantinya bisa dipakai (Timnas Indonesia) kan bagus. Kita bisa bantu percepatan perpindahan kewarganegaraannya," ujar Iriawan saat menjadi narasumber webminar di salah satu media nasional, Jumat (10/7/2020).

AYO BACA : Anggota Komisi X DPR Minta Pemain Timnas Jaga Pola Makan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar