Yamaha

BLT FORMAL BATAL CAIR 25 AGUSTUS: BP Jamsostek Sudah Validasi 10 Juta Rekening Pekerja

  Selasa, 25 Agustus 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi/republika

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Proses penyerahan bantuan subsisi upah (BSU) oleh pemerintah kepada para pekerja formal yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek terus berjalan. Dari target calon penerima BSU yakni 15,7 juta pekerja, saat ini telah terkumpul sebanyak 13,7 nomor rekening.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, Agus Susanto menyebutkan dari total 13,7 juta nomor rekening yang sudah terkumpul, sekitar 10 juta rekening penerima sudah tervalidasi.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

“Dan sudah kami validasi berlapis hingga tingga 3 tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 10 juta. Dari jumlah tersebut kami serahkan pada tahap pertama sebanyak 2,5 juta data peserta,” kata Agus seperti dilansir laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan, kemnaker.go.id, Senin (24 Agustus 2020).

Penyerahan data dari BP Jamsostek dilakukan bertahap sesuai kesepakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU. Berita acara batch penyerahan data batch pertama itu ditandatangani kemarin di Kantor Kemnaker, Jakarta

Agus mengungkapkan, masih ada sekitar 2 juta pekerja yang nomor rekeningnya belum diterima BP Jamsostek. Untuk itu, menurut Agus, BPJS Ketenagakerjaan tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk segera menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja, paling lambat 30 Agustus 2020.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Cerita Tentang Komeng Tapi Bukan

“Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang,” tambahnya.

Sementara itu, Menaker Ida Fauziyah, menerima data yang disampaikan BP Jamsostek dan menyatakan data tahap pertama BSU sebanyak 2,5 juta dan ini akan di-checklist terlebih dahulu untuk mengecek kesesuaian data yang ada.

 “Setelah itu baru akan kami serahkan kepada KPPN untuk nanti akan disalurkan ke bank penyalur, dalam hal ini adalah bank-bank pemerintah. Dari bank pemerintah tersebut nanti akan ditransfer ke penerima program BSU,” ujar Ida.

KPPN adalah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Ida menambahkan Kemnaker membutuhkan waktu empat hari untuk melakukan checklist pada data yang telah diberikan oleh BP Jasmsostek demi mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, Ida memastikan pegawai non-PNS (PPNPN), sepanjang PPNPN tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dia termasuk yang menerima prorgam bantuan subsidi gaji/upah ini.

Semula bantuan subsidi dari pemerintah ini diperuntukkan bagi karyawan swasta yang bergaji di bawah Rp5 juta. Namun, setelah koordinasi rapat lintas kementerian/lembaga memberi kesempatan PPNPN yang tak menerima gaji ke-13 dan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka berhak menerima subsidi upah.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Sepotong Roti dari Bilangan, Daerah Paling Top di Jakarta!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar