Yamaha

BLT PEKERJA FORMAL CAIR AKHIR AGUSTUS: Menaker Ida Fauziyah Bantah Batal

  Selasa, 25 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/Republika/Prayogi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membantah rumor yang berkembang di masyarakat bahwa bantuan subsidi upah (BSU), sebelumnya kerap disebut bantuan langsung tunai (BLT), bagi para pekerja formal batal disalurkan pemerintah.

Bahkan, Menaker Ida menjanjikan BSU atau BLT bagi para pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan dan terdaftar sebagai peserta aktif di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai cair alias ditransfer ke rekening penerima pada akhir Agustus.

“Subsidi upah sebenarnya bukan diundur, apalagi dibatalkan. Memang kami menargetkan akhir bulan Agustus 2020 mulai ditransfer,” kata Menaker Ida di sela-sela acara peluncuran Senam Pekerja Sehat di Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta Utara, Selasa (25 Agustus 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Dalam keterangan yang dilansir laman resmi Kemnaker, kemnaker.go.id, Menaker Ida menjelaskan bahwa BLT atau BSU tersebut belum cair karena pihaknya hendak memastikan bahwa data calon penerima bantuan sudah tervalidasi dan terverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek.

“Setelah data itu diverifikasi dan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka kami chek list, lalu kami serahkan ke KPPN, dan KPPN langsung dikirim ke bank-bank penyalur,” kata Menaker Ida.

KPPN yang dimaksud Menaker Ida adalah Kantor Pelanyanan Perbendaharaan Negara (KPPN). BSU atau BLT merupakan program stimulus yang dikoordinasikan dan dibahas bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian BUMN, Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun pekerja formal atau buruh yang mendapat subsidi harus memenuhi seluruh persyaratan, yaitu:

  • AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

    WNI yang dibuktikan dengan NIK;

  • terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan;

  • dan peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Nantinya, dalam proses penyaluran bantuan oleh bank penyalur dilakukan dengan pemindahbukuan dana dari bank penyalur kepada rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

“Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan (Rp 2,4 juta) yang akan diberikan setiap dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta,” ucap Menaker Ida.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar