Yamaha

BLT ATAU SUBSIDI UPAH DIRILIS HARI INI (27 AGUSTUS): Daripada Bingung Dapat Subsidi Upah Rp1,2 Juta Buat Apa, Simak Pencerahan Berfaedah Ini

  Kamis, 27 Agustus 2020   Aini Tartinia
ilustrasi (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM  -- Salah satu cara ampuh agar ekonomi terus berkutat menjauhi jurang resesi di kuartal ke-III ialah dengan meningkatkan belanja.

Indonesia yang angka pertumbuhan ekonominya sangat tergantung dari konsumsi publik sangat membutuhkan masyarakat untuk berbelanja.

Namun, sayangnya, banyak masyarakat yang kehidupan ekonominya terdampak akibat hantaman pandemi Covid-19. Oleh karena itu, lemahnya daya beli yang masih menerpa sebagian besar masyarakat Indonesia membuat pemerintah mengadakan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta perbulan.

BSU atau BLT sebesar Rp600 ribu per bulan itu bakal dibayarkan per dua bulan selama total empat bulan atau dua kali berturut-turut. Nah, apa yang akan dilakukan jika salah satu dari sobat Ayojakarta termasuk orang beruntung yang dapat BSU atau BLT ini?

Aidil Akbar Madjid, Chairman and President IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, mengatakan dengan jelas dan padat yakni berbelanja dengan bijaksana.

Artinya, kalian harus belanja untuk kebutuhan pokok seperti bahan makanan untuk bertahan hidup tiga hingga enam bulan ke depan. Selain itu, kalian juga harus pikirkan kebutuhan tempat tinggal semacam sewa kontrakan atau cicilan

Nah, apabila kalian ingin bantu perekonomian Negara, maka upaya kamu bisa dimulai dengan berbelanja produk-produk dalam negeri, di antaranya belanja bahan makanan dari hasil petani atua peternak Indonesia bukan belanja pangan impor.

“Karena bila anda belanja barang impor, maka tujuan pemerintah memutar roda ekonomi tidak tercapai tapi justru memperkaya importer,” kata Aidil dalam keterangan yang diterima Ayojakarta, Rabu (26/8/2020).

Selain belanja, hal lain apa yang harus dilakukan? Aidil hanya menjawab tak ada lagi yang perlu dilakukan. Menurutnya, sobat Ayojakarta sebaiknya menyimpan dana BSU atau BLT tersebut dan jangan dihambur-hamburkan.

“Ingat, masih ada potensi resesi dan salah satu resiko resesi adalah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK),” katanya.

Apabila di antara kalian yang tidak terkena PHK semasa awal pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, bukan berarti lho perusahaan tempat kamu bekerja bisa aman menghadapi resesi.

“Tidak perlu belanja barang kebutuhan sekunder karena masih bisa ditunda. Membantu menyelamatkan ekonomi negara adalah penting dan mulia tapi lebih mulia lagi menyelamatkan ekonomi keluarga anda, semoga kita semua bisa melewati resesi ini dengan aman,” ujar Aidil.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar