Yamaha

Elon Musk Akui Pabrik Teslanya Diserang Peretas Rusia

  Sabtu, 29 Agustus 2020   Fitria Rahmawati
Elon Musk. [Frederic Brown/AFP]

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Dalam artikel yang diterbitkan Teslarati, CEO Tesla Elon Musk membenarkan bila pabrik mobil listriknya di Nevada, Amerika Serikat (AS), telah menjadi target serangan siber yang dilakukan oleh peretas asal Rusia. 

Peretas yang menyerang perusahaannya tersebut diidentifikasi sebagai orang Rusia yang bekerja tak sendirian. Jaringan komputer Tesla pun menjadi sasaran. Awalnya Musk tak memberikan kabar tersebut hingga identitas penyerang sudha diketahui.

"Ini adalah serangan yang serius," kata Musk dalam tweetnya, menanggapi artikel Teslarati.

AYO BACA : Kontroversi Pendiri SpaceX Elon Musk, Ingin Ledakkan Bom di Mars

Terduga peretas yang melancarkan serangkan ke Tesla diketahui bernama Egor Igorevich Kriuchkov. Pemuda 27 tahun bekewarganegaraan Rusia itu ditangkap dan didakwa melakukan konspirasi yang menyebabkan kerusakan pada sistem dan mencoba merekrut seorang karyawan untuk memasukkan malware ke dalam sistem.

"Malware itu ditujukan untuk mengekstraksi data dari jaringan dan kemudian mengancam perusahaan untuk mendapatkan uang tebusan," tulis pernyataan yang dikeluarkan Departemen Kehakiman AS.

Menurut Departemen Kehakiman, Kriuchkov telah menjanjikan karyawan tersebut insentif sebesar 1 juta dolar AS jika berhasil memasukkan malware ke dalam sistem Tesla. Untungnya karyawan itu memberi tahu FBI dan akhirnya berhasil menggagalkan serangan tersebut.

AYO BACA : Didukung NASA, Tom Cruise Berencana Syuting di Luar Angkasa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar