Yamaha

JADWAL PENCAIRAN BLT PEKERJA TAHAP 2: Tinggal 2 Hari, Ayo Serahkan Rekening ke BP Jamsostek

  Minggu, 30 Agustus 2020   Eries Adlin
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan belum melansir jadwal pencairan bantuan subsidi upah atau gaji (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), tahap kedua. Sementara itu, tenggat alias batas akhir penyerahan nomor rekening calon penerima bantuan dipatok sampai dengan 31 Agustus.

Batas akhir penyerahan nomor rekening calon penerima BSU atau BLT untuk pekerja formal atau buruh sebelumnya sudah diumumkan oleh Agus Susanto, Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakejaan, sekarang disebut BP Jamsostek. Sementara itu, jadwal pencairan BLT tahap kedua kemungkinan berlangsung akhir pekan depan.

“Kami lakukan validasi berlapis (terhadap nomor rekening) agar penerima bantuan subsidi upah nantinya memang memenuhi kriteria yang ditentukan. Tujuannya tidak lain untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Jumat (21 Agustus 2020).

Penyaluran bantuan subsidi gaji atau upah diberikan kepada pekerja atau buruh senilai Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan dengan total sebesar Rp2,4 juta. Subsidi tersebut dicairkan dalam dua tahap, masing-masing tahap pencairan sebesar Rp1,2 juta.

Berikut ini ketentuan tentang kriteria calon penerima BLT pekerja formal atau subsidi upah seperti diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 14 Tahun 2020:

Pekerja/Buruh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan:

  • a. warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan;

  • b. terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

  • c. Pekerja/Buruh penerima Gaji/Upah;

  • d. kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020;

  • AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

    e. peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan Gaji/Upah dibawah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai Gaji/Upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan;

  • f. memiliki rekening bank yang aktif.

Buat kalian yang merasa memenuhi kriteria, kalian perlu mengecek segala sesuatunya. Jangan-jangan memang nama kalian belum masuk daftar calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT untuk pekerja dan buruh formal. Atau ada kendala terkait dengan rekening bank yang kalian kirimkan.

Ada baiknya kalian simak beberapa catatan sebagai berikut:

  • Mungkin kalian masuk dalam daftar 2,5 juta calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT pekerja formal dalam batch atau tahap pertama. Jadi, kalian tinggal menunggu pengiriman.

  • Rekening kalian sebagai calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT pekerja formal masih divalidasi atau di luar penyaluran tahap pertama. Menurut keterangan pemerintah, setiap batch pengiriman terdiri dari 2,5 juta rekening yang dilakukan setiap pekan sampai dengan September.

  • Rekening kalian tidak lolos validasi. Bisa saja karena nomor rekening salah atau rekening tersebut digunakan oleh lebih dari satu orang. Atau, kalian memang tidak masuk kriteria calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT untuk pekerja formal.

  • Rekening belum disetorkan oleh kantor tempat kalian bekerja. Jadi kalau kalian harus proaktif menanyakan ke kantor tempat kalian bekerja. Ini harus segera dilakukan karena BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, menerima penyerahan nomor rekening paling lambat 31 Agustus.

Pemerintah mulai mencairkan bantuan subsidi upah atau BLT untuk pekerja formal atau buruh senilai Rp1,2 juta sejak Kamis (27 Agustus2020). Bantuan tersebut dikucurkan melalui bank penyalur yang tergabung dalam Himbara alias Himpunan Bank Milik Negara.

Berikut ini bank penyalur dan jumlah rekening penerima BLT pekerja dan buruh formal atau subsidi upah seperti disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah:

Menaker Ida menyatakan itu dalam acara peluncuran BSU untuk pekerja dan buruh formal oleh Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo di Istana Negara, Kamis (27 Agustus 2020). Acara tersebut ditayangkan secara live oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Buat kalian yang merasa memenuhi kriteria, kalian perlu mengecek segala sesuatunya. Jangan-jangan memang nama kalian belum masuk daftar calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT untuk pekerja dan buruh formal. Atau ada kendala terkait dengan rekening bank yang kalian kirimkan.

Ada baiknya kalian simak beberapa catatan sebagai berikut:

  • Mungkin kalian masuk dalam daftar 2,5 juta calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT pekerja formal dalam batch atau tahap pertama. Jadi, kalian tinggal menunggu pengiriman.

  • Rekening kalian sebagai calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT pekerja formal masih divalidasi atau di luar penyaluran tahap pertama. Menurut keterangan pemerintah, setiap batch pengiriman terdiri dari 2,5 juta rekening yang dilakukan setiap pekan sampai dengan September.

  • Rekening kalian tidak lolos validasi. Bisa saja karena nomor rekening salah atau rekening tersebut digunakan oleh lebih dari satu orang. Atau, kalian memang tidak masuk kriteria calon penerima bantuan subsidi upah atau BLT untuk pekerja formal.

  • Rekening belum disetorkan oleh kantor tempat kalian bekerja. Jadi kalau kalian harus proaktif menanyakan ke kantor tempat kalian bekerja. Ini harus segera dilakukan karena BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, menerima penyerahan nomor rekening paling lambat 31 Agustus.

 

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar