Yamaha

Langgar Protokol Kesehatan, 77 Tempat Usaha di Jakarta Selatan Disanksi

  Rabu, 02 September 2020   Aini Tartinia
[Ilustrasi] Restoran yang buka selama PSBB transisi/dok:republika.co.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Selama periode April 2020 hingga Agustus 2020, satuan polisi pamong praja (Satpol PP) telah menindak 77 tempat usaha di wilayah Jakarta Selatan karena melanggar protokol kesehatan.

Ketua Satpol PP Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Ujang Harmawan, mengatakan dari 77 tempat usaha yang melanggar aturan tersebut 10 di antaranya merupakan hasil giat Satpol PP tingkat kota.

“Sebelumnya sudah kami berikan surat peringatan, tapi karena masih membandel, maka akhirnya kami tindak,” kata Ujang dilansir beritajakarta.id, Selasa (1/9/2020).

Untuk tingkat kecamatan, ada satu tempat usaha di Kecamatan Kebayoran Baru, 17 di Kebayoran Lama, dua di Pancoran, enam di Pasar Minggu, 25 di Pesanggrahan, empat di Jagakarsa, lima di Cilandak, tiga di Setiabudi dan empat di wilayah Kecamatan Tebet.

Selain melakukan tindakan penyegelan terhadap 77 tempat usaha, lanjut Ujang, pihaknya juga menjatuhkan 45 sanksi denda dan 90 peringatan tertulis kepada tempat usaha lainnya yang tersebar di 10 wilayah kecamatan.

"Kami terus melakukan pengawasan demi mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Jakarta Selatan," ujarnya.

AYO BACA : Langgar PSBB, Izin Operasional Dua Tempat Hiburan Dicabut

Sebelumnya, sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan inspeski mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan penegakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di di sejumlah tempat, pekan lalu.

Kala itu, Ujang Harmawan mengatakan dari 100 personel gabungan, 70 dari Satpol PP 30 dari TNI dan Polri.

“Malam ini memang ada tiga kecamatan untuk pengawasan pembinaan dan penindakan khususnya tempat usaha yang ada di wilayah Jakarta Selatan yaitu tiga kecamatan, satu Kebayoran Baru itu di daerah Petogogan ada dua tempat kopi. Satu denda langsung bayar Rp10 juta, dan satu masih konfirmasi nanti hari Senin depan (hari ini),” ujarnya, Rabu (26/8/2020).

Kemudian untuk tempat lainnya, lanjut Ujang, satu restoran ramen di Kramat Pela dikenakan denda Rp10 juta dan langsung bayar di tempat.

AYO BACA : Langgar PSBB, DKI Tutup 188 Sementara Perusahaan

“Untuk di wilayah tadi ke Kemang pengawasan tempat restoran sudah ada beberapa yang mematuhi protokol kesehatan yaitu Rumah Makan shisa dan juga restoran Rumah Makan Turki. Tapi ada dua kedai kopi yang kita kenakan sanksi denda untuk pembayarannya nanti terkonfirmasi di hari Senin depan,” ungkapnya seperti dilansir selatan.jakarta.go.id, baru-baru ini.

Sementara lokasi lainnya yakni di Tebet, ada kafe kopi di daerah sekitar Kelurahan Tebet Timur yang langsung membayar denda Rp10 juta. Sementara untuk yang lainnya, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan terhadap restoran. Karena malam ini bertepatan dengan malam satu Muharram dan juga libur panjang, jadi ada beberapa lokasi yang restoran ini tampak masih sepi dan tampak tutup karena banyak warga masyarakat Jakarta sedang menikmati libur panjang.

“Arahan dari pimpinan pak wali kota (Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali) bahwa untuk penanganan covid di Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, para aparatur di kecamatan dan kelurahan termasuk Satpol PP bagaimana mensosialisasikan program 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ujang berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Jakarta Selatan lebih meningkatkan kesadaran dalam program penanganan COVID-19, khususnya program 3M.

“Di manapun baik itu di rumah maupun di tempat-tempat umum dan juga di manapun yang sedang beraktivitas di Jakarta. Kita mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan Pergub 51 Tahun 2020, dan Keputusan Gubernur Nomor 853 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Waktu PSBB Transisi di Provinsi DKI Jakarta," katanya.

AYO BACA : Pelanggar PSBB Jakarta Pusat Dikenakan Sanksi Sosial, Belum Ada yang Didenda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar