Yamaha

Ini Alasan Kawasan Kanal Banjir Timur Ditutup

  Rabu, 02 September 2020   Budi Cahyono
Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar Foto: Meiliza Laveda

JATINEGARA, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kota Jakarta Timur dengan tegas menutup kawasan Kanal Banjir Timur (KBT). Penutupan itu dengan alasan untuk melindungi warga DKI Jakarta dari paparan Covid-19 yang memiliki kasus masih meningkat.

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan tidak mau ada klaster baru di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT). Menurutnya, nantinya jika sudah mulai dibuka akan membuat klaster baru.

"Intinya dalam kondisi Covid-19 ini kita jangan tambah klaster baru. Pas KBT dibuka Covid-19 semakin parah, ketika ditutup, tidak," kata Anwar di Taman Tongkek Jatinegara dalam peresmian Tugu Covid, Rabu (2/9/2020).

AYO BACA : Operasi Tertib Masker di Jaktim, Menjaring 20 Ribu Pelanggar

Penutupan kawasan KBT masih berlangsung guna melindungi warga DKI Jakarta. Sebab, kata dia mayoritas pedagang KBT bukan berasal dari Jakarta, melainkan Bekasi dan Tangerang.

Selain itu, solusi yang ditawarkan bagi para pedagang yakni relokasi tempat berjualan. Seperti Lokasi Binaan (Lokbin) dan Lokasi Sementara (Lokasi Sementara).

"Solusi yang ditawarkan kita akan relokasi tempat berdagang. Seperti Lokbim atau Loksem. Tapi mereka menolak. Mereka menolak ya itu enggak ada alasan," ujar dia.

AYO BACA : Penyerangan Polsek Ciracas: TNI-Polri akan Patroli Skala Besar

Sebelumnya, telah diadakan pertemuan audiensi pedagang KBT dengan pihak pemerintah kota yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Uus Kuswanto dan Anggota Komisi A DPRD DKI, Thopaz Nuhgraha pada Jumat (28/8/2020).

Dalam pertemuan tersebut, pedagang KBT menolak untuk direlokasi. Sementara pihak pemkot sudah mencatat masukan dan aspirasi PKL di kawasan KBT.

"Tadi hasil pertemuannya sudah disampaikan aspirasi dan masukan dari para pedagang PKL di sekitar kawasan KBT. Sudah kita catat ya dan perhatikan. Yang jelas selama pandemi kami tetap akan bertahan sterilisasi di situ," ujar Uus pada Jumat (28/8/2020).

Sedangkan untuk pertemuan selanjutnya, belum tahu kapan diadakan. "Saya belum tahu untuk pertemuan ke depannya kapan. Tunggu perkembangan saja," ujar Anwar.

AYO BACA : Mengenal Konsep BIR Lingkungan Hijau di RT 07 RW 08 Cipinang Besar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar