Yamaha

Subsidi Upah Atau BLT Pekerja Formal Hanya Sampai Desember, Bisa Lanjut Asal…

  Rabu, 02 September 2020   Eries Adlin
Menteri BUMN Erick Thohir/bumn.go.id

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah menyatakan program bantuan subisidi upah (BSU), semula disebut (BLT) pekerja dan buruh formal, hanya berlangsung hingga Desember 2020. Meskipun begitu, program tersebut bisa dilanjutkan pada 2021 apabila berjalan dengan baik.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Erick Thohir, menyebut kalangan pengusaha menginginkan program yang dirilis pemerintah itu berhasil karena membantu karyawan yang terdampak Covid-19.

“Kami menyepakati pengawasan (BLT pekerja formal) ini berlanjut. Kalau program bagus dilanjutkan. Tapi (hingga saat ini berjalan) sampai Desember saja,” ujar Erick yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dalam konferensi pers virtual, Rabu (2 September 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Pemerintah memberikan bantuan Rp2,4 juta atau Rp600 ribu setiap bulan kepada para pekerja dan buruh formal dengan gaji di bawah Rp5 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan setiap dua bulan sekali dalam jangka waktu empat bulan.

Program tersebut menelan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional senilai Rp37,8 triliun dengan target 15,7 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Erick menegaskan pentingnya melakukan pengawasan terhadap proses pelaksanaannya.

“Program subsidi gaji yang telah diluncurkan, (punya) target 15,7 juta (pekerja) yang akan dibantu. Nilainya sangat signifikan yakni Rp37,8 triliun. Ini penting sekali dalam mengawasi distribusinya,” ujarnya.

Erick menyebut pemerintah menargetkan 13,8 juta penerima BSU atau BLT pekerja dan buruh formal pada September ini. Sementara itu, distribusi uang tunai kepada 1,2 juta penerima ditargetkan pada Oktober.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Cerita Tentang Komeng Tapi Bukan

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pemerintah akan mengevaluasi seluruh program bantuan termasuk juga subsidi upah. Namun, tentunya pemerintah berharap kondisi akan membaik pada 2021.

“Ini menggunakan anggaran 2020 dan pemerintah berharap kondisinya pulih di 2021. Tentu pemerintah akan melakukan evaluasi bagaimana setelah Desember 2020,” kata Menaker Ida dalam acara diskusi virtual Subsidi Gaji Rp600 ribu Ala Jokowi, Minggu (30 Agustus 2020).

Menaker Ida mengatakan, dari 15,7 juta calon penerima, yang telah menyerahkan nomor rekeningnya sebanyak 13,8 juta orang. Dari angka tersebut, kata Ida, data terakhir pada awal pekan mencatat sebanyak 10,8 juta calon penerima telah terverifikasi.

Menaker Ida pun berharap bagi perusahaan maupun pekerja yang belum menyerahkan nomer rekening agar segera menyerahkannya sehingga data penerima bisa lengkap dan segera divalidasi. Sebab masih ada 1,9 juta lagi yang belum menyerahkan nomor rekening.

“Dengan begitu, pemerintah bisa segera mencairkannya pada para penerima manfaat. Dan kami berharap akhir September untuk subsidi upah September hingga Oktober bisa ter-cover," tutupnya.  

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Sepotong Roti dari Bilangan, Daerah Paling Top di Jakarta!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar