Yamaha

Menlu Retno Tolak Keras Indonesia Masuk Daftar Basis Militer China

  Jumat, 04 September 2020   Icheiko Ramadhanty
Menlu Retno Marsudi (Ayojakarta.com/ Khoirur Rozi)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China masih terus berlanjut, dimana kali ini menyeret nama Indonesia. AS menuduh China telah menargetkan sejumlah negara di dunia sebagai tempat untuk membangun pangkalan militer China, salah satunya Indonesia.

Hal itu terungkap dalam laporan tahunan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) yang berjudul ‘Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat Cina 2020’. 

AYO BACA : Hingga 2021, Indonesia Bakal Punya Ratusan Juta Vaksin Covid-19

Laporan tersebut mengatakan Presiden AS, Donald Trump, menyebut jika rencana China itu bertujuan untuk memungkinkan tentara China (PLA) dapat mempertahankan kekuatan militernya dengan jarak yang lebih jauh.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan bahwa wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan militer bagi negara manapun.

AYO BACA : 40 Juta Vaksin Sinovac Asal China Akan Dipasok di Indonesia

"Secara tegas, saya tekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," tegas Retno dalam briefing mingguan, Jumat (04/9/2020).

Retno menjelaskan bahwa pernyataannya itu berdasarkan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia. Dalam laporan Pentagon itu, China tidak hanya memasukkan 11 negara lainnya selain Indonesia untuk dijadikan markas militernya.

Adapun 11 negara tersebut adalah Thailand, Singapura, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab (UEA), Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan. Laporan tersebut juga mengklaim bahwa mega proyek China, Belt and Road Initiatives (BRI), dijadikan untuk keuntungan militer untuk mendukung dukungan logistik Cina di Samudra Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Atlantik.

Lebih lanjut, dokumen Pentagon menjelaskan, China sedang merencanakan menambah fasilitas logistik militer untuk angkatan laut, udara, dan daratnya. 

"Saat ini, China menggunakan infrastruktur komersial untuk mendukung semua operasi militernya di luar negeri, termasuk kehadiran PLA di wilayah negara lain, termasuk pangkalannya di Djibouti," kata laporan Pentagon dari situs Kementerian Pertahanan AS, www.defense.gov.

AYO BACA : Menlu Retno: Menjelang 2021 Akan Jadi Titik Kritis

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar