Yamaha

PENCAIRAN BLT TAHAP 2: Dapat SMS dari BPJS Ketenagakerjaan? Cepat Registrasi ke bsu.bpjamsostek.id

  Senin, 07 September 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah menjanjikan pencairan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal tahap dua segera cair. Di tengah penantian para calon penerima, beredar SMS (short message service) mengatasnamakan BPJS Ketengakerjaan atau BPJamsostek.

Pencairan BLT tahap 2, menurut penelusuran Ayojakarta, bisa berlangsung pekan ini karena Kementerian Ketenagakerjaan sudah menerima kiriman data rekening calon penerima dari BPJamsostek pada pekan lalu. Sesuai dengan ketentuan, Kemnaker memiliki waktu sekitar 4 hari untuk melakukan check list.

Sementara itu, seperti disampaikan oleh BPJamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan, tenggat waktu penyerahan nomor rekening para pekerja atau buruh formal calon penerima BLT atau BSU oleh pihak perusahaan diundur menjadi 15 September.

BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan langkah proaktif meregistrasi calon penerima BLT atau BSU pekerja dan buruh formal tersebut antara lain dengan mengirimkan SMS.

Berdasarkan data kami, saudara calon penerima Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah. Segera registrasi melalui link berikut: bsu.bpjamsostek.id/.” Demikian bunyi SMS BPJamsostek seperti diunggah akun netizen Twitter @yostocean, Sabtu (5 September 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Lalu, akun @bergiziseimbang menanyakan kebenaran isi pesan tersebut “Malam @BPJSTKinfo terkait dengan sms yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meregistrasikan di link yang dikirim melalui sms apakah benar dari BPJamsostek?

Ayojakarta mengkonfirmasi kepada BPJamsostek mengenai kebenaran SMS beserta link registrasi data BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal tersebut. Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja, membenarkan pesan itu asli.

“SMS itu benar,” kata Utoh ketika dihubungi Ayojakarta, Minggu (6 September 2020).

BPJamsostek memang mengirim langsung link registrasi melalui SMS ke calon penerima BSU atau BLT sebesar Rp1,2 juta untuk validasi data. SMS dari BPJS Ketenagakerjaan itu merupakan upaya untuk melakukan pendataan terhadap peserta yang tidak aktif lagi di perusahaan, tetapi aktif sebagai peserta BPJamsostek hingga 30 Juni 2020.

Menurut Utoh, BPJamsostek mendeteksi ada peserta yang tak lagi bekerja dan telah mencairkan JHT (Jaminan Hari Tua) sehingga tidak dilaporkan oleh perusahaan dalam data nomor rekening untuk calon penerima BLT.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

“Namun, mereka masih tercatat sebagai peserta aktif pada 30 Juni 2020, sehingga berhak mendapatkan BLT sesuai Permenaker No.14 2020. Untuk itu BPJamsostek berusaha menghubungi para peserta secara personal agar dapat melakukan konfirmasi terkait nomor rekening, untuk dapat menjadi calon penerima BSU atau BLT.”

Nah, bagi kalian yang mendapatkan pesan singkat BPJamsostek berisikan link registrasi data tersebut tak perlu khawatir penipuan oknum nakal. BPJamsostek hanya ingin meminta kalian yang mendapatkan SMS untuk segera konfirmasi nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor rekening.

Link yang diberikan bersifat khusus dan personal yang hanya dapat diisi oleh yang bersangkutan saja. Tidak bisa oleh peserta lain,” ujar Utoh.

Lebih lanjut, jika kalian mengalami kendala saat pengisian data, maka segera berkoordinasi dengan Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Resource Development (HRD) perusahaan  masing-masing.

“Apabila terjadi kendala dalam pengisian data pada link khusus tersebut peserta dapat menghubungi HRD perusahaan sebelumnya,” ujarnya.

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan Rp600 ribu per bulan untuk para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta pada 27 Agustus. Sejauh ini, nomor rekening yang sudah diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemnaker sebanyak 5,5 juta calon penerima.

BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal langsung ditransfer untuk dua bulan, yakni Rp1,2 juta untuk periode September—Oktober. Berikutnya akan kembali ditransfer subsidi upah tahap kedua untuk periode bantuan November-Desember yang juga senilai Rp1,2 juta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan beberapa kendala teknis sehingga BLT atau BSU tak dapat langsung disalurkan seperti duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, dan rekening tidak sesuai NIK.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar