Yamaha

PENCAIRAN BLT TAHAP 2: Sebanyak 1,6 Juta Nomor Rekening Tidak Valid, Terancam Tidak Dapat BSU

  Senin, 07 September 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi/Republika/Prayogi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek telah mengantongi sebanyak 14,3 juta rekening pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Namun, sebanyak 1,6 juta rekening yang disetorkan tersebut tidak valid.

Mereka pun terancam tidak mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dari pemerintah.

BPJamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) meminta agar perusahaan atau pemberi kerja segera mendaftarkan rekening para pekerjanya. Data rekening tersebut diperlukan agar proses pencairan subsidi gaji bisa dipercepat.

“Jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang,” ujar Deputi Direktur Humas BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Baja, kepada Ayojakarta, Minggu (6 September 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Untuk mengakomodasi semua peserta agar datanya valid, BPJamsostek pun memperpanjang proses pelaporan data rekening pekerja oleh perusahaan. Dengan begitu masih ada kesempatan untuk perusahaan melaporkan ulang nomor rekening tersebut.

“BP Jamsostek terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan. Dengan batas waktu telah diperpanjang hingga 15 September 2020,” ujarnya.

Saat ini, kata Irvansyah, pihaknya telah menyetorkan sebanyak 5,5 juta rekening pekerja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan. Sebanyak 2,5 juta telah disalurkan pada tahap pertama. Sementara itu, 3 juta sisanya, masuk ke tahap dua yang bakal dicairkan pemerintah minggu ini.

BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal langsung ditransfer untuk dua bulan, yakni Rp1,2 juta untuk periode September—Oktober. Berikutnya akan kembali ditransfer subsidi upah tahap kedua untuk periode bantuan November-Desember yang juga senilai Rp1,2 juta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan beberapa kendala teknis sehingga BLT atau BSU tak dapat langsung disalurkan seperti duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, dan rekening tidak sesuai NIK.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020, beberapa syarat calon penerima BSU atau BLT Rp600 ribu adalah:

1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK);\

2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJamsostek yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJamsostek;

4. Pekerja/buruh penerima upah;

5. Memiliki rekening bank yang aktif;

6. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja; dan

7. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar