Yamaha

PENCAIRAN BLT TAHAP 1 dan 2: Sabar, Masih Ada 1,8 Juta Rekening Yang Sudah Oke, Termasuk Bank Swasta & BCA

  Rabu, 09 September 2020   Eries Adlin
Presiden Joko Widodo menyapa pekerja formal yang menerima bantuan subsidi upah dalam acara di Istana Negara, 27 Agustus 2020/twitter @BPJSTKinfo

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, terus mengebut pencairan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), tahap 1 dan tahap 2 kepada jutaan calon penerima.

Hingga 7 September 2020, pencairan BSU atau BLT untuk pekerja dan buruh formal sudah masuk ke 3,697 juta rekening penerima yang memenuhi kriteria seperti bergaji di bawah Rp5 juta dan aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pencairan tahap 1 sudah terkirim ke 2.311.237 rekening penerima, tahap 2 sudah masuk ke 1.386.059 rekening.

Pencairan BLT atau BSU untuk  pekerja dan buruh formal tahap 1 tersebut setara dengan 92,45% dari total data rekening yang sudah diterima Kemnaker yakni 2,5 juta rekening, sementara pada tahap kedua setara dengan 46,20% dari 3 juta rekening.

Dari data tersebut, menurut perhitungan Ayojakarta, masih tersisa sebanyak 1.802.704 rekening lagi yang sudah valid tetapi masih menunggu waktu pengiriman termasuk transfer antarbank.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers virtual penyerahan data rekening calon penerima BLT atau BSU pekerja dan buruh formal tahap 3 sebanyak 3,6 juta data dari BPJamsostek kepada Menteri Ketenagakerjaan pada Selasa 8 September 2020.

Dengan tambahan 3,5 juta data yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kemarin, maka total data calon penerima BLT atau BSU dari tahap1, tahap2, dan tahap 3 adalah 9 juta orang. Tahap 1, 24 Agustus 2020, Kemnaker telah menerima 2,5 juta data calon penerima BLT atau BSU. Kemudian disusul tahap 2 pada 1 September 2020 sebanyak 3 juta data.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Banyak pertanyaan yang muncul dari khalayak yang merasa dirinya memenuhi kriteria penerimah BLT pekerja atau buruh formal tentang kenapa kiriman bantuan belum juga sampai ke rekening mereka.

Ayojakarta menyarikan alur perjalanan sejak dari pendataan dari perusahaan tempat calon penerima BLT pekerja atau buruh formal bekerja sampai ke bantuan Rp1,2 juta sampai ke rekening penerima.

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) perusahaan kemudian mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: Bagian HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja atau buruh formal yang bergaji di bawah Rp5 juta kepada BPJamsostek.

KetigaManajemen BPJS Ketenagakerjaan kemudian melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dan buruh formal tersebut. Validasi dilakukan dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi sudah diselesaikan BPJamsostek, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja dan buruh formal tersebut diserahkan manajemen BPJS Ketenagakerjaan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja dan buruh formal tersebut, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.

Keenam: Selesai melakukan check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja atau buruh formal itu diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan bantuan subsidi gaji atau upah (BSU)  atau BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Hambara lantas menyalurkan BSU atau BLT ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank HIMBARA, maupun rekening bank swasta lainnya.

Semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis program BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal pada 27 Agustus, banyak pertanyaan yang muncul terkait dengan penerima bantuan yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA.

Kemnaker sudah menjelaskan bahwa membutuhkan waktu untuk transfer antarbank bagi penerima dengan rekening bank swasta termasuk BCA. Akun Twitter Bank BCA, @HaloBCA pun menjelaskan hal yang senada, menjawab  pertanyaan netizen, Jumat (4 September).

Dengan senang hati kami bantu informasikan Ibu Alfinadinda. Jika yang dimaksud dana BLT mekanisme dropping dana Pemerintah akan dilakukan melalui Bank Himbara. Untuk rekening-rekening BCA yang digunakan nasabah dan terverifikasi oleh BPJS dan (1/3) ^Naomi

Kementerian Tenaga Kerja, maka Himbara akan mengkreditkan dana BLT tersebut menggunakan jalur *SKNBI/ LLG Incoming* dalam beberapa kali upload data, sehingga pengkreditan ke rekening BCA *tidak terjadi secara bersamaan*. Mhn menunggu dan mengecek (2/3) ^Naomi

mutasi secara berkala, karena BCA sebagai penerima dana yang bersifat pasif, hal tersebut tergantung dari pihak pengirim, ya. :) Tks (3/3) ^Naomi.” Demikian penjelasan dari @HaloBCA.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar