Yamaha

PENCAIRAN BLT PEKERJA: Kalian Sudah Tidak Bekerja? Masih Bisa Dapat BSU Kok Asal Penuhi Syarat Ini

  Rabu, 09 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, menyatakan pekerja yang sudah keluar dari kepesertaan masih berpeluang menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau yang dulu disebut bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp1,2 juta. Dengan catatan, mereka masih terdata sebagai anggota aktif per 30 Juni 2020.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Agus Susanto menyebutkan telah mengirimkan sebanyak 398 ribu pesan singkat atau SMS Blasting kepada pekerja yang sudah tidak menjadi peserta, namun masih berhak menerima subsidi upah.

“Dari jumlah SMS terkirim, sebanyak 32% atau 130 ribu sudah berhasil terkonfirmasi,” kata Agus dalam konferensi pers virtual, Selasa (9 September 2020).

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Alasan kenapa pekerja yang sudah tidak menjadi peserta BPJamsostek tetapi masih berhak mendapatkan subsidi BLT, karena menurut Agus ada tenaga kerja yang nonaktif ata mengundurkan diri dari kepesertaan BPJamsostek setelah 30 Juni 2020, yakni 1 Juli 2020 sampai September 2020.

“Namun, saat 30 Juni 2020 kami turunkan mereka masih ter-capture, sehingga mereka masih bisa mendapat bantuan,” katanya.

Agus menjelaskan SMS tersebut berisi link yang hanya dapat diakses secara personal oleh penerima. Selanjutnya, link berisikan sejumlah verifikasi data pribadi penerima bantuan mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), hingga nomor rekening.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Untuk itu, Agus mengimbau kepada penerima SMS untuk memastikan pengirimnya adalah BPJamsostek. Jika sudah dipastikan, maka mereka dapat melakukan verifikasi data sesuai dengan link yang dikirim.

“Kami inisiatif mengirim kabar gembira itu bagi tenaga kerja yang sudah keluar tapi masih berhak mendapatkan bantuan, sehingga kami kirimkan SMS itu. Setelah terima SMS itu kami minta melakukan konfirmasi,” ujarnya.

Saat ini, BPJamsostek telah mengantongi 14,5 juta rekening pekerja dari perusahaan atau pemberi kerja. Setelah proses validasi berlapis, sebanyak 11,7 juta rekening telah lolos validasi untuk selanjutnya diserahkan secara bertahap kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pemerintah telah menyalurkan BSU atau BLT kepada 3,69 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta per 7 September 2020 dalam dua tahap.

Penyaluran tahap pertama sebanyak 2,31 juta penerima atau 92,42% dari total data tahap pertama yang diserahkan BPJamsostek sebanyak 2,5 juta. Kemudian, tahap kedua sebanyak 1,38 juta atau 46,20% dari total data 3 juta.

“Karena proses secara bertahap tentu ada teman-teman yang sampai sekarang tahap 1, 2, dan 3 belum terbawa, mungkin tahap berikutnya. Saya mohon sabar karena ini prinsipnya kehati-hatian sehingga saya mohon bersabar.”

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar