Yamaha

Punya Masalah Terhadap Kekerasan Anak dan Perempuan? Ini Daftar 14 Pos Pengaduan di Jakbar

  Kamis, 10 September 2020   Icheiko Ramadhanty
Kepala Suku Dinas (Kasudis) Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian (PPAPP) Jakarta Barat, Unas Affandi / barat.jakarta.go.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Wilayah Administrasi Jakarta Barat (Adm. Jakbar) menyadari pentingnya pemberdayaan dan perlindungan terhadap anak-anak. Tidak hanya anak-anak, bahkan perempuan juga harus dilindungi dari kekerasan.

Menyadari pentingnya dua kaum yang harus dilindungi, Pemerintah Adm Jakbar telah membuat 14 pos pengaduan di wilayah Jakbar. Selain itu, mereka nuga mendirikan pos yang bernama pos sahabat perempuan dan anak.

Hal itu berguna untuk mempercepat penyelesaian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kepala Suku Dinas (Kasudis) Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian (PPAPP) Jakarta Barat, Unas Affandi, mengatakan pembentukan pos tersebut sebagai percontohan di satu kecamatan yang terdapat satu pos sahabat perempuan dan anak.

Dia menuturkan, tujuannya agar bisa mempercepat penyelesaian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta Barat. Unas mengimbau kepada masyarakat yang menemukan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi kepada anak-anak dan perempuan, untuk segera melapor ke pos terdekat yang disediakan.

“Apabila di lapangan terjadi kasus maka masyarakat Jakarta Barat bisa melaporkan ke delapan pos sahabat perempuan dan anak yang ada di delapan Rumah Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), plus enam pos pengaduan," jelas Unas dilansir dari barat.jakarta.go.id, Kamis (10/9/2020).

"Jadi, untuk Jakarta Barat telah dibentuk 14 pos untuk menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semuanya ada di RPTRA,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, laporan yang bisa diadukan masyarakat antara lain kasus kekerasan fisik, seperti pemukulan dan psikis (bullying, seksologi) dan sebagainya.

“Nantinya laporan akan ditindaklanjuti ke pihak kepolisian, baik di Polres, Polsek atau bisa langsung ke rumah sakit apabila terjadi tindak kekerasan yang menimbulkan luka,” katanya.

Dia menambahkan, masyarakat bisa melaporkan kasus kekerasan ke pos sahabat perempuan dan anak yang terjadi di sekitarnya. Unas menekankan pengaduan yang masuk nantinya akan dicatat dan ditindaklanjuti.

Di pos pengaduan setidaknya ada dua petugas ahli yang berjaga, yakni psikolog dan paralegal. Selain mendatangi langsung pos pengaduan, masyarakat juga bisa menelpon lewat hotline 112.

Berikut delapan pos sahabat perempuan dan anak yang tersebar di delapan RPTRA se-Jakarta Barat:

- RPTRA Intiland Teduh Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng

- RPTRA Kalideres Kecamatan kalideres

- RPTRA Menara Meruya Selatan Kecamatan Kembangan

- RPTRA Pandawa Kedoya Selatan Kecamatan Kebon Jeruk

- RPTRA Manggis Kelurahan Kemanggisan Kecamatan Palmerah

- RPTRA Rambutan Tanjung Duren Utara Kecamatan Gropet

- RPTRA Krendang Kecamatan Tambora

- RPTRA Maphar Kecamatan Tamansari.

Sedangkan, enam pos pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu:

- RPTRA Duri Kosambi

- RPTRA Jati Pulo

- RPTRA Kembangan Utara RW 01

- RPTRA Utama Cengkareng Barat

- RPTRA Kelurahan Kamal. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar