Yamaha

Marak Klaster Rumah Tangga di Jakata, RS Pelni Bikin Staysolation

  Sabtu, 12 September 2020   Fitria Rahmawati
strasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Divisi Pengembangan PT RS Pelni, Dr Didid Winnetouw mengatakan, pihaknya membuat program Staysolation untuk menanggulangi pemutusan rantai corona di DKI Jakarta.

Didid mengatakan, sebagai salah satu RS rujukan corona, program tersebut merupakan program rumah aman atau isolasi khusus yang diklaim dibuat sedemikian rupa agar memberikan rasa nyaman dan aman bagi pasien.

Staysolation membuat pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain khusus bagi pasien Covid-19 yang telah terkonfirmasi tanpa gejala namun tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pasien sendiri diwajibkan untuk menjalani prosedur screening untuk bisa dinyatakan diterima menginap di rumah aman Staysolation. Selama berada dalam Staysolation, pasien nantinya akan mendapatkan layanan berupa paket pengawasan serta pengobatan khusus yang didesain sesuai kebutuhan pasien.

Lewat progran ini, diharapkan isolasi dapat berjalan lebih efektif, serta memberikan rasa tenang dan nyaman pada pasien karena berada dalam pengawasan yang tepat.

"Tidak sedikit masyarakat dengan kasus terkonfirmasi tanpa gejala merasa kesulitan dalam melakukan isolasi mandiri karena adanya berbagai macam faktor termasuk diantaranya keluarga yang rentan tertular," ujar Didid melalui siaran persnya, Sabtu.

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung soal pasien positif Covid-19 agar tidak menjalani isolasi mandiri. Itu dilakukan lantaran isolasi mandiri tidak efektif menekan angka corona.

Diduga, masyarakat dalam melakukan isolasi mandiri tidak maksimal, serta kurang disiplin dan kurangnya pengetahuan dalam melakukan isolasi mandiri menjadi pemicu tingginya angka klaster rumah tangga tersebut.

Terlebih dengan tingginya kasus pasien Covid-19 yang terkonfirmasi tanpa gejala, hal itu membuat kemungkinan virus corona jenis baru tersebut menyebar lebih liar di tengah masyarakat namun di lingkup yang lebih kecil.

Mengutip laman resmi Gugus Tugas Penanganan Covid-19, angka kasus Covid-19 di Jakarta per tanggal 9 September 2020 telah mencapai 47.379 kasus. Dari data tersebut, jumlah orang yang positif dengan orang yang di tes di Jakarta dalam satu minggu terakhir mencapai angka 13,2 persen.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar