Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Ini Rute Layanan Operasional Transjakarta untuk 14 hingga 16 September

  Minggu, 13 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/transjakarta.co.id

MAKASAR, AYOJAKARTA.COM – Gubernur Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Berkitan dengan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mekanisme yang lebih ketat, Transjakarta saat ini masih melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk pelaksanaan pola operasi yang disesuaikan.

Untuk itu, selama Senin (14 September 2020) hingga Rabu (16 September), pola operasi yang diterapkan masih sama seperti pola operasi minggu sebelumnya dan tidak terdapat perubahan. Namun, untuk rute wisata mulai besok kembali ditiadakan mengingat arahan Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menutup tempat-tempat wisata selama masa PSBB fase II.

“Perubahan terhadap pola operasi akan kembali kami informasikan apabila sudah terdapat keputusan koordinasi dalam waktu dekat.” Demikian informasi yang disampaikan manajemen Transjakarta di laman resmi mereka, transjakarta.co.id, Minggu 13 September 2020.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Aturan baru penerapan PSBB dalam Pergub No. 88/ 2020 merevisi Pergub No. 33/2020 tentang pelaksanaan PSBB yang sempat diberlakukan pada masa awal pandemi sejak 10 April sampai bulan Juni.

“Kita memasuki fase pembatasan yang berbeda dari masa transisi kemarin," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (13 September).

“Prinsipnya dalam masa PSBB yang berlaku di Jakarta sejak tanggal 10 April dan sampai sekarang masih berstatus PSBB,” tambahnya.

Dalam aturan baru, Anies hanya mengizinkan 11 sektor yang dianggap penting untuk beroperasi, sama seperti aturan PSBB awal pandemi. Namun kali ini bedanya, selain 11 sektor itu, perkantoran boleh dibuka dengan syarat maksimal kapasitas 25 persen.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

“Apabila sebagian pegawai harus bekerja di kantor, maka pimpinan tempat kerja harus bisa membatasi paling banyak 25 persen pegawai berada dalam tempat kerja dalam waktu bersamaan,” kata Anies.

Selain itu, Anies juga tidak membicarakan sama sekali soal pembatasan pergerakan orang keluar-masuk Jakarta. Pada masa awal PSBB, ada aturan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta yang berlaku di seluruh Jabodetabek. Ia hanya membatasi kapasitas di kendaraan pribadi dan angkutan umum. Jam operasional juga akan disesuaikan nantinya.

“Kemudian ada pembatasan frekuensi layanan dan armada. Lalu. Transportasi darat, kereta, dan kapal penumpang juga diatur dengan pembatasan jumlah penumpang per kendataannya,” jelasnya.

Lalu pasar dan mal masih boleh dibuka, tidak seperti PSBB awal pandemi. Seluruh tempat harus menerapkan protokol pencegahan penularan virus Corona.“Restoran, rumah makan, kafe yang berada di dalamnya hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang.”

Selain itu, sekolah dan tempat hiburan seluruhnya masih ditutup. Demikian juga dengan ojek online yang masih boleh mengangkut penumpang. "Motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Anies.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar