Yamaha

Dishub Minta Ojek dan Opang Tak Berkerumun

  Senin, 14 September 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi ojol/ Suara.com

KEBAYORAN LAMA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo meminta kepada ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) untuk tidak berkerumun lebih dari 5 orang.

Syafrin mengatakan, meski ojol dan opang diperbolehkan beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta diberlakukan, namun ada regulasi yang memperketat mereka.

Dijelaskan dia, syarat dan ketentuan yang berlaku terkait operasional ojol, diatur melalui SK Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 157 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi.

“Pertama, tentu dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Kedua, ojol dan opang dilarang berkumpul atau berkerumun lebih dari lima orang,” kata Syafrin di Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin (14/9/2020).

AYO BACA : Anies Ingatkan Satpol PP Hindari Praktik Suap Saat Tindak Pelanggar PSBB

Syafrin menjelaskan, pengemudi ojol dan opang dilarang berkerumun lebih dari lima orang. Serta menjaga jarak parkir antar-sepeda motor minimal dua meter saat menunggu penumpang.

Pihaknya pun menghimbau melalui SK Nomor 156 Tahun 2020 kepada operator aplikasi untuk menerapkan teknologi geofencing. Agar nantinya, apabila ditemukan pengemudi ojol yang berkerumun lebih dari 5 orang, mereka tidak akan bisa menerima pesanan perjalanan dari penumpang.

"Dalam hal ini, kami bersama Dirlantas Polda Metro Jaya melakukan pengawasan terhadap pangkalan ojol maupun opang. Jika dalam tiga hari ke depan didapati mereka terus berkumpul, maka regulasi terkait diperbolehkannya mengangkut penumpang akan dilakukan pelarangan,” ujar Syafrin.

Di lokasi yang sama, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga meminta para ojol dan opang untuk menyebar dan tidak berkumpul. “Kalau dalam tiga hari ini tidak ada perbaikan dalam masalah aplikasinya karena orang berkerumun, tentu akan dievaluasi,” pungkasnya.

AYO BACA : Pemkab Bekasi Laksanakan PSBM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar