Yamaha

Penyerangan Syekh Ali Jaber, Dekan UIN Jakarta Minta RUU Perlindungan Tokoh Agama Segera Dibahas

  Senin, 14 September 2020   Khoirur Rozi
Alpin Andria, pelaku penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber/ dok

CIPUTAT, AYOJAKARTA.COM - Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie mengaku prihatin dengan kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Menurutnya, dengan kejadian itu, perlu ada regulasi yang mengatur perlindungan tokoh agama.

"Pada prinsipnya menyerang siapapun itu tidak diperkenankan dalam hukum, apalagi ini menimpa ulama atau tokoh agama. Peristiwa ini tidak hanya kali ini saja terjadi," ujar Tholabi dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2020). 

Atas kejadian itu, dia mendorong DPR RI membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Tokoh Agama. Tholabi mengatakan, peristiwa yang menimpa Syekh Ali Jaber dapat menjadi pemantik untuk segera dibahas draf RUU Perlindungan Tokoh Agama.

AYO BACA : Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Begini Respons Syekh Ali Jaber

"Kami mendorong pembahasan RUU Perlindungan Tokoh Agama dapat segera dilakukan di DPR. Mengingat urgensi dan signifikani RUU tersebut untuk memberi perlindungan terhadap tokoh-tokoh agama di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Tholabi menuturkan, pembahasan RUU itu perlu melibatkan tokoh-tokoh lintas agama dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) agar aturan tersebut dapat mengakomodasi semua pihak.

"Kami dari perguruan tinggi juga siap memberi masukan konstruktif terkait substansi RUU Perlindungan Tokoh Agama ini. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan akuntabel," harap Tholabi," imbuhnya.

AYO BACA : Syekh Ali Jaber Diserang Orang Tak Dikenal, Pelaku Berhasil Diamankan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar