Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Jalan Jatinegara Timur Kerap Penuh Massa, Sejumlah PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

  Selasa, 15 September 2020   Aini Tartinia
Petugas gabungan Pemkot Jaktim menertibkan PKL dan pakir liar di Jalan Jatinegara Timur, Senin (14/9/2020)/dok: beritajakarta.id

JATINEGARA, AYOJAKARTA.COM -- Petugas gabungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan merazia parkir liar di Jalan Jatinegara Timur. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerumunan massa yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengatakan operasi penertiban parkir liar dan keberadaan PKL di kawasan Jatinegara Timur bakal terus dilakukan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan DKI Jakarta berlangsung hingga dua pekan.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Forkopimko Pantau Protokol Kesehatan Lingkungan Industri di Jakarta Utara

"Penindakan akan terus dilakukan petugas dan masyarakat diminta mematuhi semua aturan yang berlaku," kata Benhard dilansir timur.jakarta.go.id, Senin (14/9/2020).

Kendaraan yang terjaring operasi parkir liar langsung diderek menuju kantor sudin perhubungan Jakarta Timur di kawasan Rawamangun. “Kendaraan roda dua yang kedapatan parkir sembarangan kita langsung kempeskan bannya,” ujarnya.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Ini Lima Rekomendasi Fraksi PSI

Penindakan parkir liar dilakukan dengan pencabutan pentil ban bagi kendaraan-kendaraan yang tidak mematuhi aturan disini. Selain kendaraan roda dua, petugas juga menemukan kendaraan roda empat. Sampai saat ini sudah ada empat mobil yang diderek petugas dishub.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Telly Bahute, mengatakan terkait parkir liar yang ada di sepanjang Jalan Matraman Raya, para petugas memang selalu mengimbau masyarakat dalam bentuk penerangan keliling (penling) dan spanduk-spanduk yang sudah ada. Namun, menurutnya disiplin masyarakat dinilai masih rendah terhadap peraturan yang ada.

“Contohnya, di situ sudah ada rambu letter P dicoret, itu tidak boleh parkir, tetapi masih ada juga masyarakat yang parkir disitu. Rambu-rambu yang ada itu bukan pajangan, namun harus dipatuhi dan dilakukan dengan sebaik-baiknya,” kata Kompol Telly dilansir republika.co.id.

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan tindakan tilang. Sebab, kata dia ini termasuk pelanggaran kasat mata. “Kami tidak bosan-bosannya untuk mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan yang ada,” ujarnya.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Pemkot Bogor Perpanjang PSBM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar