Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Duh… Baru Sehari Pengetatan, 8 Kantor Ditutup Sementara

  Selasa, 15 September 2020   Aini Tartinia
[ilustrasi] Hari pertama pelaksanaan PSBB di Jakarta, 8 Kantor ditutup sementara. (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta melakukan penutupan sementara kepada delapan perusahaan saat pelaksanaan hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan, Senin kemarin.

"Dalam monitoring dan pemeriksaan kepatuhan PSBB pada 14 September, ada 64 perusahaan yang disidak dan ada delapan yang dilakukan penutupan sementara," kata Kepala Disnakertransgi DKI Andri Yansyah dalam keterangannya, Senin, (14/9/2020).

Rinciannya, terdapat lima perusahaan yang ditutup karena ada kasus Covid-19. Dari lima perusahaan, tiga di antaranya berada di Jakarta Barat, satu di Jakarta Timur, dan satu perusahaan di Jakarta Selatan.

Sementara itu, ada tiga perusahaan lainnya yang ditutup sementara karena tidak menjalankan protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas karyawan yang bekerja di kantor maksimal 25%.

"Satu perusahaan yang ditutup karena tak menjalakan protokol COVID-19 berada di Jakarta Pusat dan dua lainnya ada di Jakarta Barat," ungkap Andri.

Pada pelaksanaan PSBB, Disnakertansgi menurunkan jajarannya sebanyak 5 tim dalam satu suku dinas di tiap kota administratif. Total, ada 25 tim yang bertugas mengawasi perkantoran di seluruh DKI.

"Dalam 25 tim itu, per tim kita targetkan satu hari minimal bisa melakukan pengawasan 3 perkantoran," kata Andri. 

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Jalan Jatinegara Timur Kerap Penuh Massa, Sejumlah PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

Ada tiga faktor yang akan diawasi. Pertama, ketentuan pembatasan karyawan yang bekerja di kator maksimal 25% dari seluruh karyawan. Kedua, kepatuhan protokol kesehatan. Ketiga, penemuan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut kasus penularan Covid-19 paling banyak terjadi di perkantoran. Dia menyatakan pelaksanaan PSBB pengetatan berdasarkan Pergub No.88 Tahun 2020.

"Saat ini kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Oleh karena itu, Anies mengatakan PSBB yang di mulai sejak Senin kemarin memang bakal fokus melakukan pengetatan di perkantoran ibukota.

Dia juga menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), kecuali 11 sektor usaha.

11 Usaha yang masih diperkenankan bekerja di kantor sebagai berikut:

1. Kesehatan

AYO BACA : Anies Ingatkan Satpol PP Hindari Praktik Suap Saat Tindak Pelanggar PSBB

2. Bahan pangan makanan dan minuman

3. Energi

4. Komunikasi dan teknologi informasi

5. Keuangan, Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal

6. Logistik

7. Perhotelan

8. Konstruksi

9. Industri strategis

10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu

11. Kebutuhan sehari-hari

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Dear Nasabah Mandiri, Layanan Operasional Bank Hanya Buka Sampai Pukul 14.00 WIB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar