Yamaha

Masker Scuba Tak Efektif Cegah Corona? Simak Ulasannya!

  Selasa, 15 September 2020   Aini Tartinia
ilustrasi maskjer pencegah corona/ shutterstock
AYO BACA : 90 Orang Positif Covid-19, Pulau Nias akan Diisolasi

AYO BACA : Osvaldo Haay Senang Satu Tim dengan Evan Dimas

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Penyebaran kasus positif Covid-19 di ibukota saat ini masih berusaha ditekan oleh berbagai pihak. Terbaru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatanyang dimulai Senin kemarin. Namun, PSBB pengetatan ini bakal dilanjutkan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, hingga 11 Oktober 2020 apabila masih terjadi lonjakan kasus signifikan.
 
Salah satu mode transportasi publik yang digemari warga Jabodetabek adalah kereta rel listrik (KRL) atau commuter line. Pengguna memanfaatkan KRL karena harganya murah dan menjangkau berbagai kota satelit yang menjadi tempat tinggal warga yang bekerja di Jakarta.
 
Baru-baru ini melalui akun Instagram @commuterline mengumumkan bahwa masker scuba tidak disarankan digunakan oleh penumpang yang hendak menggunakan jasa KRL. Lho, mengapa demikian?
 
“Apakah jenis masker pilihanmu sudah efektif dalam mengurangi resiko terpapar debu, virus, dan bakteri #RekanCommuters? Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah resiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri,” tulis Commuter Line dalam unggahannya, Sabtu (12/9/2020).
 
Lantas, kalian pengguna setia KRL harus memakai jenis masker yang seperti apa yang efektif menyaring droplet Covid-19? Berikut Ayojakarta rangkum informasi lengkapnya :
 
1. Masker N95
 
Masker medis ini memiliki tingkat efektivitas paling tinggi, yakni 95% hingga 100% dalam mencegah resiko terpaparnya Covid-19. Dikarenakan, masker ini bisa mencegah keluarnya droplet akibat batuk atau bersin serta tidak ada kebocoran.
 
2. Masker Bedah
 
Masker bedah memiliki tingkat efektivitas 80% hingga 95% dalam mencegah resiko terpaparnya droplet Covid-19. Masker ini juga bisa mencegah keluarnya droplet akibat batuk atau bersin, karena memiliki filtrasi yang tinggi.
 
3. Masker FFP1 (Facepiece Respirator)
 
Jenis masker Filtering Face Piece ini mempunyai tingkat efektivitas 80% hingga 95% dalam mencegah resiko terpaparnya virus Covid-19. Masker ini dipastikan tidak mengalami kebocoran dan bisa melindungi terhadap aerosol dan airbone.
 
4. Masker Bahan 3 Lapis
 
Masker kain ini memiliki tingkat efektivitas 50% hingga 70% dalam mencegah resiko terpaparnya virus Covid-19. Tingkat efektivitas lebih tinggi dari masker scuba dan buff.
 
Ada salah satu netizen bertanya di kolom komentar unggahan Instagram @commmuterline, apakah ia harus mengenakan masker N95? Mengingat penggunaan masker ini diutamakan untuk tenaga medis.
 
“Kami sarankan untuk beralih memakai masker bahan atau kain dua lapis (yang bisa diselipkan filter atau tisu), masker bahan tiga lapis atau jika memungkinkan memakai masker sekali pakai. Terima kasih,” ujar admin @commuterline.
 
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam panduannya “Advice on the use of masks in the context of Covid-19: Interim guidance” keluaran 5 Juni 2020, merekomendasikan masker kain dengan tiga lapisan terdiri dari lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap.
 
Beberapa jenis kain yang bisa digunakan antara lain:
 
-       Polypropylene
 
-       Katun (woven)
 
-       Katun (knit)
 
-       Polyester
 
-       Cellulose (tisu)
 
-       Cellulose (paper towel)
 
-       Silk (napkin)
 
-       Nylon

AYO BACA : 49.947 Personel Gabungan Diterjunkan Dalam Operasi Yustisi se-Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar