Yamaha

PENCAIRAN BLT: Tahap 1 dan 2 Sudah 99,1%, Tahap 3 Segera Meluncur (14 September)

  Rabu, 16 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/Republika/Prayogi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan menyebut pencairan bantuan subsidi upah (BBSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal tahap 1 dan tahap 2 sudah mencapai 99,1%.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan bahwa sampai dengan 14 September 2020, pencairan BLT atau BSU tahap 1 dan 2 sudah sampai ke rekening daria 5,45 juta pekerja yang memenuhi kriteria antara lain peserta BPJS aktif dan bergaji di bawah Rp5 juta.

Angka 5,45 juta pekerja tersebut setara dengan 99,1% dari total data rekening calon penerima BLT atau BSU yang dikirimkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek. Secara total, penyaluran BSU atau BLT untuk pekera dan buruh formal telah diberikan kepada 9 juta penerima atau 57% dari total target penerima sebanyak 15,7 juta orang.

Menurut Menaker Ida, untuk pencairan tahap 3 baru akan terlihat realisasinya kurang lebih dalam 2 hari ke depan sejak kemarin, Selasa 16 September 2020.  Kemnaker telah selesai melakukan check list terhadap 3,5 juta data nomor rekening yang masuk tahap 3. Dengan begitu, pencairan BLT tahap 3 ke rekening bank penerima termasuk Bank BCA dan bank swasta lain tinggal menunggu waktu.

ALUR PENCAIRAN BLT

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, Kemnaker memaksimalkan waktu selama 4 hari kerja terhitung semenjak Rabu hingga Senin kemarin untuk melakukan check list kelengkapan data.

“Ketentuan 4 hari tersebut memang kami atur dalam Juknis sebagai upaya untuk meminimalkan resiko kesalahan data penerima sehingga dapat tepat sasaran,” kata Menaker Ida, Selasa (15 September 2020), seperti dilansir laman resmi kementerian itu, kemnaker.go.id.

Data yang telah di-check list tersebut kemudian diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan dana subsidi upah atau gaji kepada bank penyalur.

Selanjutnya, bank penyalur akan menyalurkan uang subsidi ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), maupun rekening bank swasta lain termasuk Bank BCA.

“Alhamdulillah check list selesai, proses pencairan ke KPPN juga sudah selesai, selanjutnya saya imbau agar bank penyalur segera transfer ke rekening penerima.”

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Menaker Ida memastikan Kemnaker terus berupaya semaksimal mungkin untuk memproses pencairan BSU atau BLT kepada para pekerja. “Saya tegaskan, tidak ada upaya Kemnaker untuk menghambat penyaluran subsidi ini, namun kami tentu harus bekerja secara prosedural sesuai regulasi yang intinya agar program ini tepat sasaran.”

Selain itu, tambahnya, Kemnaker terus berkoordinasi dengan bank penyalur untuk mempercepat proses transfer ke rekening penerima. “Jika ada kendala maka kami cari jalan keluar bersama.”

Menaker Ida berharap bantuan subsidi gaji dapat membantu daya ekonomi serta dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja/buruh. Bantuan ini juga diharapkan mengurangi beban para pekerja pada masa pandemi.

“Bantuan subsidi upah ini diarahkan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja atau buruh serta mendongkrak konsumsi masyarakat. Sehingga, kemudian menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”

BLT PEGAWAI HONORER

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri di bidang ekonomi mengkaji pemberian bantuan langsung tunai kepada seluruh tenaga atau pegawai honorer. Kalau mengikuti pola BLT atau bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja dan buruh formal yang sudah berjalan, maka besaran bantuannya senilai Rp600 ribu per bulan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan Presiden Jokowi meminta dilakukan pendalaman terkait dengan pemberian BLT untuk tenaga atau pegawai honorer di seluruh Indonesia.

“Pemerintah akan melakukan kajian di mana tenaga honorer pun akan diberikan bantuan (BLT), karena sebagian kecil tenaga honorer ini ada yang sudah mendapatkan bantuan melalui data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Airlangga. Pernyataan tersebut disampaikan Menko Airlangga dalam jumpa pers secara virtual seusai mengikuti Rapat Terbatas terkait dengan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (14 September 2020).

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar