Yamaha

PENCAIRAN BLT TAHAP 3: Sudah Cair…, Pemilik Rekening Bank BCA & Swasta Simak Alur Ini

  Rabu, 16 September 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi/Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Menaker Ida Fauiyah menjelaskan verifikasi atas 3,5 juta data calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) pekerja tahap 3 telah selesai. Namun, kalian pemilik rekening bank swasta termasuak Bank BCA sepertinya harus memahami alur pengiriman bantuan tersebut.

Hingga saat ini, data Kemenaker 14 September 2020 mencatat realisasi penyaluran BSU atau BLT tahap pertama dan tahap kedua telah diberikan kepada 5,45 juta orang penerima atau 99.1% dari total penerima tahap pertama dan tahap kedua sebanyak 5,5 juta orang penerima.

“Untuk tahap ketiga sendiri baru akan terlihat realisasinya kurang lebih dalam dua hari ke depan,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Selasa (15 September 2020).

Penyaluran tahap ketiga ini melengkapi tahap sebelumnya di mana pada tahap pertama sebanyak 2,5 juta orang penerima dan pada tahap kedua sebanyak 3 juta orang penerima. Secara total, hingga kini penyaluran subsidi upah telah diberikan kepada 9 juta penerima atau 57% dari total target sebanyak 15,7 orang penerima.

“Setelah menerima data dari BPJamsostek, kami maksimal waktu 4 hari kerja terhitung sejak Rabu (9 September) hingga Senin (14 September) untuk checklist kelengkapan data,” ujarnya.

ALUR PENCAIRAN

Banyak pertanyaan yang muncul sejak rencana BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal dirilis  pemerintah. Misalnya, pekerja yang merasa memenuhi kriteria penerima BSU atau BLT itu tetapi bantuan belum juga sampai ke rekening mereka.

AYO BACA : ANAK PANCONG: Mukadimah (1)

Ayojakarta menyarikan alur perjalanan sejak dari pendataan dari perusahaan tempat calon penerima BLT pekerja atau buruh formal bekerja sampai ke bantuan Rp1,2 juta sampai ke rekening penerima.

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja mereka yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) perusahaah kemudian mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: Bagian HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT atau BSU ke BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan kemudian melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT atau BSU. Validasi dilakukan dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi sudah diselesaikan BPJamsostek, data nomor rekening calon penerima BLT atau BSU diserahkan ke Kemnaker.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melakukan check list.

Keenam: Selesai melakukan check list, dana nomor rekening calon penerima BLT atau BSU pekerja diserahkap ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan BSU atau BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Hambara lantas menyalurkan BSU atau BLT ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta lainnya.

REKENING BANK SWASTA & BCA

Satu hal lagi yang perlu diketahui adalah dibutuhkan waktu lebih lama karena harus melakukan transfer antarbank bagi penerima dengan rekening bank swasta termasuk BCA. Akun Twitter Bank BCA, @HaloBCA pun menjelaskan hal yang senada, menjawab pertanyaan netizen, Jumat (4 September).

Dengan senang hati kami bantu informasikan Ibu Alfinadinda. Jika yang dimaksud dana BLT mekanisme dropping dana Pemerintah akan dilakukan melalui Bank Himbara. Untuk rekening-rekening BCA yang digunakan nasabah dan terverifikasi oleh BPJS dan (1/3) ^Naomi”

“Kementerian Tenaga Kerja, maka Himbara akan mengkreditkan dana BLT tersebut menggunakan jalur *SKNBI/ LLG Incoming* dalam beberapa kali upload data, sehingga pengkreditan ke rekening BCA *tidak terjadi secara bersamaan*. Mhn menunggu dan mengecek (2/3) ^Naomi”

“mutasi secara berkala, karena BCA sebagai penerima dana yang bersifat pasif, hal tersebut tergantung dari pihak pengirim, ya. :) Tks (3/3) ^Naomi.” Demikian penjelasan dari @HaloBCA.

Menurut penelusuran Ayojakarta, SKNBI adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Sementara itu, kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan dalam waktu tertentu.

LLG sendiri adalah Lalu Lintas Giro yang menggunakan fasilitas kliring untuk transfer antara satu bank dengan lainnya.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar