Yamaha

UPDATE CORONA JAKARTA VERSI DINKES: Masih Ada 12 Ribu Lebih Kasus Aktif

  Kamis, 17 September 2020   Icheiko Ramadhanty
ilustrasi.masih ada 12 ribu pasien aktif di Jakarta/ Suara.com

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Kamis (17/9/2020) pukul 10.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.014 kasus di DKI Jakarta. Angka ini berbeda 99 kasus dibanding data yang dirilis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yaitu 1.113 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara total mencapai 59.472 kasus. Angka tersebut termasuk total kasus sembuh sebanyak 45.207 kasus, serta 1.513 kasus meninggal dunia. Masih ada 12.752 kasus yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 16 September 2020 yaitu 1.505 kasus. Jika dilihat dari grafik yang ditayangkan corona.jakarta.go.id, dari Agustus 2020, DKI Jakarta memiliki peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Data statistik dari laman tersebut menyatakan, DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.114 kasus. Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (941 kasus), 4 September (895 kasus), 5 September (842 kasus), dan 11 September (964 kasus).

Selebihnya hingga hari ini,  DKI Jakarta selalu mencatat kasus harian Covid-19 yang melebihi angka 1.000 kasus. Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

12 September: 1.440 kasus

13 September: 1.103 kasus

14 September: 1.062 kasus 

15 September: 981 kasus

AYO BACA : UPDATE CORONA DKI JAKARTA 17 SEPTEMBER:Positif Covid-19 Bertambah 1.113 Kasus

16 September: 1.505 kasus

17 September: 1.014 kasus

Untuk jumlah orang yang dites PCR di DKI pada hari ini mencapai 7.615 tes, sedangkan untuk jumlah orang yang dites PCR dalam sepekan terakhir di DKI mencapai 57.182. Angka tersebut telah melebihi target yang diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diberikan untuk Jakarta, yaitu minimum 10.645 tes dalam sepekan.

Secara nasional, penambahan kasus positif Covid-19 hari ini mencapai rekor baru yaitu 3.635 kasus. Penambahan hari ini menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 232.628 kasus. Angka itu termasuk 56.720 kasus dalam perawatan, 166.686 kasus sembuh, dan 9.222 kasus meninggal dunia.

Hari ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat DKI Jakarta memasuki hari keempat sejak diberlakukan mulai Senin, 14 September 2020. Dalam penerapan PSBB kali ini, ada tiga faktor yang akan diawasi.

Pertama, ketentuan pembatasan karyawan yang bekerja di kantor maksimal 25% dari seluruh karyawan. Kedua, kepatuhan protokol kesehatan. Ketiga, penemuan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyebut kasus penularan Covid-19 paling banyak terjadi di perkantoran. "Saat ini kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Oleh karena itu, Anies mengatakan PSBB yang di mulai sejak Senin kemarin memang bakal fokus melakukan pengetatan di perkantoran ibukota. Dia juga menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), kecuali 11 sektor usaha.

Adapun 11 Usaha yang masih diperkenankan bekerja di kantor sebagai berikut:

AYO BACA : Cegah Covid-19, Wagub DKI Tegaskan Perkantoran Wajib Patuhi Aturan Batas Maksimal Pekerja

1.     Kesehatan

2.     Bahan pangan makanan dan minuman

3.     Energi

4.     Komunikasi dan teknologi informasi

5.     Keuangan, Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal

6.     Logistik

7.     Perhotelan

8.     Konstruksi

9.     Industri strategis

10.  Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu

11.  Kebutuhan sehari-hari

AYO BACA : Terapkan Geofencing, Grab Indonesia Awasi Pengemudi yang Berkerumun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar