Yamaha

Nekat Syuting, 50 Kru Dibubarkan di Studio Palem Kemang Utara Pancoran

  Minggu, 20 September 2020   Aini Tartinia
Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan, memberhentikan kegiatan proses syuting di Studio Palem/dok: selatan.jakarta.go.id

DUREN TIGA, AYOJAKARTA.COM – Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan di wilayah DKI Jakarta, proses produksi syuting harus ditunda. Hal ini tercatut pada pasal 16 Peraturan Gubernur (Pergub) No.88 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dijelaskan bahwa kegiatan sosial dan budaya yang menimbulkan kerumunan orang harus dihentikan sementara.

Berdasarkan hal tersebut, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kelurahan Duren Tiga membubarkan proses produksi syuting di Studio Palem Jalan Kemang Utara, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

AYO BACA : Resep Bikin Odading Empuk dan Mengembang Ala Mang Oleh

Lurah Duren Tiga, Mursid, menyebut kegiatan produksi film itu terpantau 50 orang kru yang berada di satu kawasan. Meskipun beberapa anggota kru terlihat mengenakan masker, pihaknya lebih banyak menemukan para kru yang tidak menggunakan masker.

“Pas produksi emang juga ada yang pakai masker dan ada yang engga. Kebanyakan kalau di luar pakai (masker)," kata Mursid dilansir selatan.jakarta.go.id, Jumat (18/9/2020).

AYO BACA : Awal Oktober, Harga Zoom di Indonesia Dikenai Pajak

Mursid tidak begitu paham apa yang sedang diproduksi oleh para kru tersebut. Namun, menurutnya mereka sedang melakukan produksi program entertainment. Untungnya, pemberhentian total produksi syuting ini berlangsung kondusif dan tidak ada konfrontasi para kru.

“Gak ada izinnya, pas kita tahu rame-rame kita bubarin. Kita juga sudah peringati ke pemilik produksinya, pihak RW juga sudah dikasih tahu. Pemilik lahan juga nurut agar tidak rame-rame kayak gitu lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi menetapkan PSBB pengetatan DKI Jakarta sejak seminggu yang lalu. Dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020) Anies menjelaskan dalam PSBB, hanya 11 sektor usaha non-esensial yang diizinkan beroperasi terbatas dengan kapasitas maksimal 25%, yakni :

1. Kesehatan
2. Bahan pangan dan minuman,
3. Energi
4. Komunikasi dan teknologi informasi
5. Keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, dan seluruh yang berada dalam sistem keuangan di Indonesia
6. Logistik
7. Perhotelan
8. Konstruksi
9. Industri strategis
10. Pelayanan dasar fasilitas publik dan industri yang ditempatkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu
11. Sektor yang memfasilitasi dukungan sehari-hari

AYO BACA : Sembilan Titik Jalur Pedestrian Kebun Raya Bogor Disekat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar