Yamaha

Pencairan BLT atau BSU Sudah Tahap 4, Bantuan Masih Belum Cair ke Rekening Kalian? Mungkin Ini Sebabnya

  Minggu, 20 September 2020   Eries Adlin
Ilustrasi/Republika/Prayogi

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pencairan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), sudah memasuki tahap 4. Kalian yang merasa memenuhi kriteria penerima sesuai dengan Permenaker No.14 tahun 2020 belum juga kunjung menerima bantuan? Mungkin ini salah satu penyebabnya seperti dilansir Kementerian Ketenagakerjaan:

1. Rekening bank tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)

2. Rekening bank yang sudah tidak aktif

3. Rekening bank pasif

4. Rekening bank yang tidak terdaftar

5. Rekening telah dibekukan oleh bank

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerima 2,8 juta data rekening calon penerima yang sesuai Permenaker No.14 tahun 2020 dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) pada Rabu 16 September 2020.

Mengikuti ketentuan, butuh proses paling cepat 4 hari sampai pencairan BLT atau BSU pekerja tahap 4 bisa dilakukan. Nah untuk penerima dengan rekening Bank BCA atau swasta lain, harus menunggu lebih lama karena ada proses transfer antarbank.

Pasalnya, sesuai petunjuk teknis pencairan BLT atau BSU, Kemnaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan check list atas data yang dikirimkan oleh BPJamsostek. Dengan begitu, paling cepat 20 September urusan check list selesai.

Dengan tambahan 1,8 juta data untuk BLT atau BSU tahap 4, secara total Kemnaker telah menerima 11,8 juta rekening dari BPJS Ketenagakerjaan dengan rincian:

  • Tahap 1 sebanyak 2,5 juta data
  • Tahap 2 sebanyak 3,5 juta data
  • Tahap 3 sebanyak 3 juta data
  • Tahap 4 sebanyak 2,8 juta data

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

Pemerintah menargetkan penyaluran BSU atau BLT kepada 15,725 juta pekerja secara bertahap. BLT diberikan kepada pekerja sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan (total Rp2,4 juta) yang diberikan setiap dua bulan sekali.

Berikut ini proses pencairan BLTdan BSU untuk pekerja dan buruh formal versi Kemnaker:

 

ALUR PENCAIRAN

Ayojakarta juga menyarikan alur perjalanan sejak dari pendataan dari perusahaan tempat calon penerima BLT pekerja hingga ke dana Rp1,2 juta sampai ke rekening penerima.

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja mereka yang terdaftar sebagai peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.

AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online

Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU tahap 3 yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitte resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

KRITERIA PENERIMA

Kriteria penerima BLT untuk pekerja dan buruh formal diatur dalam Pasal 3 ayat (2) Permenkaer No.14/2000. Berikut ketentuan yang diatur dalam beleid tersebut:

1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan

2. Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan

3. Pekerja/buruh penerima gaji/upah

4. Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020

5. Peserta peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan

6. Memiliki rekening bank yang aktif.

AYO BACA : Teruntuk Murid di Jakarta, Kalian Masih Harus Belajar dari Rumah Dulu Ya...

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar