Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Tiga Hari Tutup, Gedung Pemkot Jakpus akan Dibuka Besok

  Senin, 21 September 2020   Icheiko Ramadhanty
gedung pemkot jakpus / beritajakarta.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Gedung Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) akan kembali dibuka besok, Selasa (22/9/2020). Kantor tersebut ditutup selama tiga hari sejak Minggu (21/9/2020) setelah ditemukan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya, Sekretaris Kota Administrasi Jakpus, Iqbal Akbarudin, mengatakan bahwa terdapat enam orang pegawai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan terkonfirmasi positif Covid-19. Ini didapat setelah hasil testing dan tracing di lingkungan kantor.

Setelah itu, pihaknya memutuskan agar semua pegawai bekerja dari rumah (work from home). Iqbal menjelaskan, selama work from home, pelayanan dan pola kerja di masing-masing unit akan dilakukan penyesuaian.

 “Untuk surat menyurat kami siapkan secara daring melalui surat elektronik, tapi juga ada drop box di kantor apabila ada pihak luar yang mengirimkan surat secara fisik,” tambahnya, dilansir dari beritajakarta.id, Senin (21/9/2020).

Selain itu, Iqbal menuturkan pihaknya dibantu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarnat) dalam melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh gedung dan sarana kantor. Kantor Pemkot Jakpus akan dibuka kembali untuk pegawai maupun warga yang mengakses pelayanan pada Rabu (23/9/2020).

Pola kerja dan jumlah ASN yang bekerja dari kantor akan tetap menyesuaikan peraturan yang berlaku. Bagi warga maupun badan usaha yang akan mengirimkan surat elektronik dapat ditujukan ke alamat [email protected] dan [email protected], sedangkan drop box untuk surat fisik tersedia di Lobby Gedung Blok A.

Hari ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat DKI Jakarta memasuki pekan kedua sejak diberlakukan mulai Senin (14/9/2020). Dalam penerapan PSBB kali ini, ada tiga faktor yang akan diawasi.

AYO BACA : UPDATE CORONA DKI JAKARTA 20 SEPTEMBER: Positif Covid-19 Bertambah 1.079 Kasus

Pertama, ketentuan pembatasan karyawan yang bekerja di kantor maksimal 25% dari seluruh karyawan. Kedua, kepatuhan protokol kesehatan. Ketiga, penemuan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyebut kasus penularan Covid-19 paling banyak terjadi di perkantoran. "Saat ini kita menyaksikan justru kasus terbanyak dari kejadian-kejadian yang sekarang bermunculan adalah dari perkantoran," kata Anies dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Oleh karena itu, Anies mengatakan PSBB yang di mulai sejak Senin kemarin memang bakal fokus melakukan pengetatan di perkantoran ibukota. Dia juga menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), kecuali 11 sektor usaha.

Adapun 11 Usaha yang masih diperkenankan bekerja di kantor sebagai berikut:

1.     Kesehatan

2.     Bahan pangan makanan dan minuman

3.     Energi

AYO BACA : Ditutup Sementara, Kantor Walkot Jakpus Buka Rabu

4.     Komunikasi dan teknologi informasi

5.     Keuangan, Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal

6.     Logistik

7.     Perhotelan

8.     Konstruksi

9.     Industri strategis

10.  Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu

11.  Kebutuhan sehari-hari

AYO BACA : Ketua DPRD DKI Jakarta Minta Pengawasan PSBB Diperketat hingga Tingkat RT/RW

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar