Yamaha

Hari Ini, Penambahan 1.352 Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta. Masih Ada 12.202 Kasus Aktif! (21 September 2020)

  Senin, 21 September 2020   Icheiko Ramadhanty
RSD Wisma Atlet Kemayoran menjadi salah satu lokasi yang digunakan menagani kasus corona DKI Jakarta/ Suara.com

GAMBIR , AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Senin (21/9/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.352 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibanding Minggu lalu, yakni sebanyak 1.138 kasus.

Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 63.318 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 49.546 kasus serta 1.570 kasus meninggal dunia. Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 12.202 kasus.

Rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 13 September 2020 yaitu 1.380 kasus. Jika dilihat dari grafik yang ditayangkan lewat covid19.go.id, selama bulan Agustus 2020, DKI Jakarta memiliki peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Data statistik dari laman tersebut menyatakan, DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus. Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), 14 September (879 kasus), dan kasus pada 19 September (988 kasus).

Selebihnya hingga hari ini,  DKI Jakarta selalu mencatat kasus harian Covid-19 yang melebihi angka 1.000 kasus. Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

15 September: 1.076 kasus

16 September: 1.294 kasus

17 September: 1.113 kasus

18 September: 1.258 kasus

19 September: 988 kasus

20 September: 1.138 kasus

21 September: 1.352 kasus

Hari ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat DKI Jakarta memasuki pekan kedua sejak diberlakukan mulai Senin, 14 September 2020. Dalam penerapan PSBB kali ini, ada tiga faktor yang akan diawasi.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Tiga Hari Tutup, Gedung Pemkot Jakpus akan Dibuka Besok

Pertama, ketentuan pembatasan karyawan yang bekerja di kantor maksimal 25% dari seluruh karyawan. Kedua, kepatuhan protokol kesehatan. Ketiga, penemuan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemprov DKI Jakarta mewajibkan perkantoran menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), kecuali 11 sektor usaha.

Adapun 11 Usaha yang masih diperkenankan bekerja di kantor sebagai berikut:

1.     Kesehatan

2.     Bahan pangan makanan dan minuman

3.     Energi

4.     Komunikasi dan teknologi informasi

5.     Keuangan, Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal

6.     Logistik

7.     Perhotelan

8.     Konstruksi

9.     Industri strategis

10.  Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu

11.  Kebutuhan sehari-hari

AYO BACA : UPDATE CORONA NASIONAL 21 SEPTEMBER: Positif Covid Pecahkan Rekor, Tembus 4.176 Kasus!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar