Yamaha

Pemkot Jakbar Tutup Satu Perusahaan E-Commerce Pelanggar Protokol Kesehatan

  Senin, 21 September 2020   Khoirur Rozi
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menginspeksi sejumlah perusahaan di Kebon Jeruk / dok

KEBON JERUK, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menginspeksi sejumlah perusahaan di Kebon Jeruk. Hasilnya, satu perusahaa e-commerce dikenakan sanksi akibat tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengatakan, perusahaan tersebut diberikan sanksi berupa penutupan sementara selama 3x24 jam. Pemilik perusahaan juga diminta melakukan disinfeksi pada seluruh area kantor.

“Perusahaan ini ditutup sementara selama 3x24 jam. Karena tidak mengikuti protkes Covid-19. Pemilik perusahaan kami minta melakukan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan, tempat kerja dan tes swab kepada semua karyawannya,” kata Yani dalam keterangan tertulis Pemkot Jakarta Barat, Senin (21/9/2020).

Menurut Yani, perusahaan itu tidak menerapkan protokol kesehatan semisal menyediakan tempat cuci tangan, memeriksa suhu tubuh, dan pengaturan jaga jarak dalam ruangan. Bahkan perusahaan pun tudak mematuhi ketentuan batas maksimal 25% karyawan. Dari total 45 karyawan, seluruhnya masuk kerja alias tidak ada yang bekerja dari rumah.

Yani berharap dengan pemberian sanksi ini menjadi efek jera bagi pelanggar. Penegakan aturan protokol kesehatan menurutnya sebagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya virus corona.

“Peraturan dan Pergub-nya jelas. Kita tidak bicara soal denda atau sanksi, tapi lebih penting lagi bagaimana menyelamatkan jiwa masyarakat, melindungi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat menambahkan, pihaknya akan memeriksa kembali perusahan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Jika masih melanggar, katanya, baka dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50 juta. Pelanggaran berikutnya pun berlaku denda progresif.

“Sementara ini penutupan sementara 3x24 jam. Kalau nanti masih melanggar didenda Rp 50 juta, jika melanggar lagi dendanya Rp 100 juta, dan melanggar lagi Rp 150 juta. Dan kalau sampai empat kali melanggar, kita cabut izin usahanya. Tidak boleh usaha lagi, selamanya tidak boleh,” jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar