Yamaha

Ketinggian Air di 13 Pintu Air DKI Jakarta Pukul 08.00 WIB, Pasar Ikan dan PP Marina Waspada Siaga 3

  Rabu, 23 September 2020   Aini Tartinia
Update TMA 23 September 2020 (dok Dinas SDA Jakarta)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Curah hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin 21 September 2020 sangat tinggi. Bahkan, sempat membuat Bendungan Katulampa, Bogor, naik status menjadi siaga 1.

Namun, bagaimana sekarang kondisi ketinggian air di 13 pintu air di Jakarta pagi ini?

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ayojakarta dari akun Twitter resmi Dinas Sumber Daya Air @DinasSDAJakarta, Rabu 23 September pukul 08.00 WIB berikut datanya :

1. Pesanggrahan ketinggian air 60 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

2. Angke Hulu ketinggian air 40 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

3. Katulampa ketinggian air 20 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

4. Depok ketinggian air 100 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

5. Manggarai ketinggian air 675 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

6. Krukut Hulu ketinggian air 10 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

7. Karet ketinggian air 320 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

8. Waduk Pluit ketinggian air minus 190 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

9. Pasar Ikan kali ketinggian air minus 245 dan laut 189 cm dengan cuaca terang dan dalam status waspada atau siaga 3

10. PP Marina kali ketinggian air 179 cm dan laut 178 cm dengan cuaca terang dan dalam status waspada atau siaga 3

11. Cipinang Hulu ketinggian air 80 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

12. Sunter Hulu ketinggian air 65 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau siaga 4

13. Pulu Gadung ketinggian air 330 cm dengan cuaca terang dan dalam status normal atau saiga 4

Arti Ketinggian Air di Pintu Air

Warga yang berada di bantaran sungai atau kali diminta untuk selalu waspada. Di luar urusan curah hujan dan saling keterkaitan antara ketinggian di satu pos pengamatan dengan pos lain atau beragam pintu air, status kesiagaan juga patut dilihat.

Agar lebih jelas memahami status-status tersebut, berikut pemaparan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada laman resminya :

Siaga 4: Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan diarahkan ke mana air bersangkutan, cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga 3: Bila hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya debit air meningkat di pintu-pintu air, tapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan. Meski demikian, bila status siaga 3 ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga 2: Bila hujan yang terjadi menyebabkan debit air mulai meluas, maka akan ditetapkan siaga 2, penanggung jawab untuk siaga 2 adalah Kepala BPBD DKI Jakarta, yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga 1: Bila dalam enam jam debit air tersebut tidak surut dan kritis, maka ditetapkan siaga 1. Penanggung jawab penanganan status siaga 1 langsung di tangan gubernur.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar