Yamaha

Marak Klaster Corona Pernikahan, Nekat Gelar Resepsi Tak Segan Dibubarkan!

  Kamis, 24 September 2020   Fitria Rahmawati
Resepsi pernikahan yang menerapkan protokol kesehatan (ilustrasi). Pemprov DKI Jakarta memberi respons atas temuan Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 yang menyebut resepsi pernikahan di Jakarta jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Foto: Prayogi/Republika

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Penularan virus corona di dalam resepsi pernikahan menjadi salah satu klaster yang diwaspadai Pemprov DKI Jakarta. Jika ada yang nekat main kucing-kucingan menggelar resepsi, Pemrov tak segan membubarkannya.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Bambang Ismadi menegaskan, Provinsi DKI telah melarang masyarakat menggelar resepsi pernikahan selama PSBB. Masyarakat yang hendak mengadakan pernikahan hanya diizinkan di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun kantor catatan sipil.

AYO BACA : Cegah Covid-19, Menteri PPPA Sarankan Tetap Pakai Masker di Rumah

"Mungkin kasusnya bandel atau nyolong-nyolong karena setiap mengadakan acara di hotel atau gedung pertemuan harus ada persetujuan dari Dinas Parekraf," kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2020).

Bambang pun menegaskan, apabila ditemukan masyarakat yang masih menggelar resepsi selama PSBB, maka pihaknya akan membubarkan acara tersebut. 

AYO BACA : PEMBUKAAN PRAKERJA GELOMBANG 10: Belum Ada Kepastian akan Dibuka Hari Ini

"Kalau ada laporan acara resepsi pernikahan, kami tindak tegas," ujar Bambang.

Sebelumnya, Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, ada klaster baru yang terjadi di Jakarta. Salah satunya adalah dari acara resepsi pernikahan. 

"Kegiatan pernikahan ini memunculkan penularan virus dan ada 25 orang terinfeksi," ujarnya saat konferensi virtual Covid Dalam Angka: Ragam Cluster di Indonesia, Rabu (23/9/2020).

Ia menambahkan, tempat lain yang juga memunculkan klaster baru adalah pengungsian enam kasus, tempat hiburan malam lima kasus, hingga pesantren empat kasus. Selain itu, peringkat terakhir adalah hotel yang ditemukan tiga kasus baru.

Tim Pakar Satgas Covid-19 juga menemukan fakta hotel bisa terjadi kontak yang menyebabkan munculnya kasus infeksi. "Muncul tempat-tempat baru yang ternyata berpotensi untuk terjadi penularan dan kita harus lebih waspada," kata Dewi.

AYO BACA : Kabupaten Bogor Catat 43 Kasus Baru Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar