Yamaha

Mobilitas Penduduk Jakarta Pengaruhi Bertambahnya Kasus Positif Covid-19

  Kamis, 24 September 2020   Khoirur Rozi
Mobilitas warga yang bekerja baik di dalam Jakarta atau dari dan menuju Jakarta diklaim sebagai salah satu penyebab masih tingginya angka corona di DKI/ Republika

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan pergerakan penduduk berpengaruh terhadap laju penularan Covid-19. Atas dasar itu, Anies kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total hingga 11 Oktober 2020.

AYO BACA : Jika Positif Covid-19 OTG, Ini Cara Menuju Isolasi di RSD Wisma Atlet Kemayoran

Semakin tinggi pergerakan penduduk, kata Anies, maka penularan virus juga meningkat. Oleh karena itu, kebijakan membatasi aktivitas publik membuat mobilitas warga berkurang.

AYO BACA : Simak! Ungkapan Perasaan Karyawan The Green Hotel Kota Bekasi, Lokasi Isolasi Para OTG

"Pelandaian (kasus positif) yang mulai tampak belakangan ini juga seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang tetap berada di rumah saja," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Anies mengatakan, untuk menekan laju penularan virus dibutuhkan minimal 60% penduduk yang berada di rumah. Sementara itu, saat ini diperkirakan 50 persen penduduk DKI Jakarta berada di rumah selama PSBB.

"Tim FKM UI memperhitungkan diperlukan minimal 60% penduduk diam di rumah saja agar penularan wabah melandai dan mulai berkurang. Saat ini, masih sekitar 50 persen penduduk diam di rumah saja," ujarnya.

Tanpa pembatasan aktivitas penduduk, Anies memprediksi jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta akan bertambah 2.000 perhari pada pertengahan Oktober. Sedangkan, katanya, kasus aktif akan mencapai 20.000 pada awal November.

AYO BACA : Gubernur Anies Sebut Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Mulai Melandai Meski Hari Ini Ada 1.044 Kasus

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar