Yamaha

Selama 6 Bulan, Tercatat 121 Ribu Warga Jakarta Selatan Jalani Rapid dan PCR

  Kamis, 24 September 2020   Aini Tartinia
ilustrasi tes massal corona/ Ayosemarang

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan masih melakukan tracking penyebaran Covid-19 melalui rapid test dan PCR. Hasilnya, selama kurun waktu dari Maret 2020 sampai dengan 31 Agustus lalu tercatat sekitar 121 ribu orang yang menjalani kedua tes tersebut.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Helmi, merincikan dari total tersebut sebanyak 96 ribu orang yang menjalani rapid test dan sebanyak 27,8 ribu orang mengikuti PCR. Hal ini dilakukan dalam rangka pengecekan dini kasus Covid-19 di wilayah Jakarta Selatan.

“Untuk memastikan, apakah setiap orang yang menjalani test terkena Covid-19 atau tidak," kata Helmi dilansir beritajakarta.id, Kamis (24/9/2020).

Selain melakukan tes, jelas Helmi, pihaknya juga mengerahkan petugas puskesmas kelurahan, kecamatan dan sudin untuk melakukan sosialisasi gerakan 3M serta melakukan penyemprotan disinfektan pada lingkungan warga.

“Rapid dan PCR sampai saat ini terus kami lakukan sebagai deteksi dini, demi memutus mata rantai penyebaran,” ujarnya.

AYO BACA : Gubernur Anies Sebut Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Mulai Melandai Meski Hari Ini Ada 1.044 Kasus

Diketahui, berdasarkan laman covid19.go.id data kasus pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hari ini 24 September 2020 sampai dengan pukul 12.00 WIB, total jumlah penambahan kasus Positif di DKI mencapai 1.044 kasus.

Sehingga akumulasi kasus positif di DKI Jakarta sampai hari ini sebanyak 66.731 kasus atau sekitar 25,3%. Jumlah kasus sembuh sebanyak 1.154 kasus. Sementra itu akumulasi kasus sembuh di DKI sampai hari ini ada sebanyak 52.648 kasus.

Data statistik dari laman tersebut juga menyatakan, DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus. Sejak saat itu, hanya ada beberapa hari penurunan kasus yang tidak lebih dari 1.000 kasus, seperti pada 1 September (901 kasus), 4 September (880 kasus), 5 September (887 kasus), 11 September (964 kasus), 14 September (879 kasus), dan kasus pada 19 September (988 kasus).

Selebihnya hingga hari ini,  DKI Jakarta selalu mencatat kasus harian Covid-19 yang melebihi angka 1.000 kasus. Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:

17 September: 1.113 kasus

AYO BACA : Diklaim Efektif, PSBB Ketat DKI Jakarta Diperpanjang 14 Hari hingga 11 Oktober

18 September: 1.258 kasus

19 September: 988 kasus

20 September: 1.138 kasus

21 September: 1.352 kasus

22 September: 1.236 kasus

23 September: 1.133 kasus

24 September: 1.044 kasus

AYO BACA : Mobilitas Penduduk Jakarta Pengaruhi Bertambahnya Kasus Positif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar