Yamaha

Mundurnya Febri Diansyah: Pascarevisi UU KPK, Ruang Kontribusi di Internal Semakin Sempit

  Kamis, 24 September 2020   Aini Tartinia
Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Suara.com/Welly Hidayat)

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah, menyerahkan surat pengunduran diri dari lembaga antirasuah kepada Biro SDM pada 18 September 2020. Febri membeberkan alasannya undur diri, yakni karena ruang untuk kontribusi memberantas korupsi dalam lembaga tersebut semakin sempit pascasetahun disahkannya UU KPK yang baru.

“Kondisi di dalam (KPK) ini bagi saya ruang untuk berkontribusi menjadi lebih sedikit, oleh karenanya lebih signifikan saya berkontribusi di luar bersama teman-teman,” ucap Febri kepada media, Kamis (24/9/2020).

Mantan juru bicara (Jubir) KPK ini mengaku keputusan pengunduran diri terasa berat, mengingat ia harus meninggalkan beberapa temannya yang masih berjuang dalam lembaga antirasuah dengan kondisi yang sudah berubah setelah pemberlakuan UU KPK hasil revisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada 17 September 2019 lalu.

AYO BACA : Gubernur Anies Sebut Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Mulai Melandai Meski Hari Ini Ada 1.044 Kasus

“Akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK, tetap memperjuangkan dan ikut dalam advokasi pemberantasan korupsi,” ujar Febri.

Meski begitu, ia tetap berjanji mengemban amanah memberantas korupsi di mana pun ia akan bekerja. Setelah angkat kaki dari KPK, dia akan kembali ke koalisi masyarakat sipil dan membangun gerakan antikorupsi bersama teman-temannya di luar sana.

“Ada rencana dengan beberapa orang teman untuk membangun sebuah kantor hukum publik yang concern pada advokasi antikorupsi , advokasi terhadap korban korupsi, perlindungan konsumen, dan jasa hukum lainnya yang harus dilakukan dengan standar hukum integritas,” katanya.

AYO BACA : Gerai Kebutuhan Pokok di RW 4 Pondok Ranggon Bantu Perekonomian Warga Tak Mampu

“Dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit duluan,” tutupnya.

Sebelum mengemban jabatan di lembaga antirasuah, Febri bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) bidang program monitoring hukum dan peradilan selama sembilan tahun, dengan memantau jalannya proses peradilan berbagai kasus korupsi di Indonesia.

Tak lama setelah itu, mantan Ketua KPK Agus Rahardjo melantik Febri sebagai Jubir sekaligus Kepala Biro Hubungan Masyarakat pada 2016. Febri sebelumnya diketahui merupakan pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi KPK.

Saat itu Febri kerap memberikan informasi terkini kepada masyarakat perihal kasus-kasus korupsi di Indonesia, seperti halnya kasus besar korupsi Setya Novanto, La Nyalla, kasus Hambalang, dan lainnya.

Lalu, akhir 2019 lalu karier Febri sebagai Jubir berakhir. Selesainya tugas Febri sebagai Jubir, muncul wacana pimpinan KPK 2019-2024 yakni Firli Bahuri yang mencari sosok Jubir baru untuk lembaga antirasuah itu.

Namun, kabar mengenai berakhirnya karier Febri sebagai jubir KPK dibantah oleh Firli dan dia menilai pernyataan Febri bukanlah sebagai isyarat mundur. Febri, ketika itu hanya memegang jabatan menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) yang dijalankan sampai saat ini, meskipun hingga 18 Oktober 2020 ia menyatakan mengundurkan diri.

AYO BACA : Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Proses Undur Diri Hingga 18 Oktober 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar