Yamaha

26 RS Swasta di DKI Akan Jadi Rujukan Pasien Corona

  Kamis, 24 September 2020   Fitria Rahmawati
RSD Wisma Atlet Kemayoran menjadi salah satu lokasi yang digunakan menagani kasus corona DKI Jakarta/ Suara.com

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 26 rumah sakit swasta di DKI akan menjadi rumah sakit rujukan corona. Puluhan Rumah Sakit Swasta itu nantinya akan bergabung dengan 67 rumah sakit rujukan dan 13 Rumah Sakit Umum Daerah yang selama ini sudah melayani pasien covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, itu dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus positif yang bertambah banyak.

Hanya saja, Widyastuti belum mau merinci daftar ke-26 rumah sakit tersebut karena masih proses pembuatan keputusan gubernur oleh Anies Baswedan.

AYO BACA : PENDAFTARAN PRAKERJA GELOMBANG 10: Pelajari Cara Daftar, Cek Status Lolos Seleksi, Teliti NIK Kalian

"Kemudian juga menambah 26 rumah sakit swasta yang juga telah berkomitmen, ini sedang berproses Kepgubnya untuk menguatkan tadi," kata Widyastuti dalam diskusi dari Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Meski begitu, dia tidak berharap rumah sakit ini nantinya akan dipenuhi oleh pasien covid-19, Pemprov DKI tetap meminta warga untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terinfeksi virus corona covid-19.

"Ini bagian dari suatu mitigasi supaya berdasarkan angka proyeksi kasus di DKI Jakarta. Jadi kita siapkan jangan sampai kepakai ya, Kalaupun terpakai akan ditangani dengan baik," ucapnya.

AYO BACA : Diklaim Efektif, PSBB Ketat DKI Jakarta Diperpanjang 14 Hari hingga 11 Oktober

Widyastuti kemudian memaparkan bahwa pada saat Jakarta kembali mengetatkan PSBB, terbukti menekan penambahan jumlah kasus aktif, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Angka ini menurun jauh dari penambahan kasus aktif yang terjadi pada 12 hari awal bulan September yakni sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus.

Oleh sebab itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jilid II karena angka penularan corona di Ibu Kota belakangan ini terus meningkat.

Anies mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta. Opsi perpanjangan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 959 Tahun 2020 yang mengatakan perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan.

AYO BACA : Gubernur Anies Sebut Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Mulai Melandai Meski Hari Ini Ada 1.044 Kasus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar