Yamaha

Aksi Borgol Pelanggar Protokol Kesehatan, Satpol PP Kabupaten Bogor Tuai Kecaman

  Jumat, 25 September 2020   Budi Cahyono
Seorang pengendara roda dua bernama Andi Albar saat memperlihatkan tangannya di borgol karena tidak mengguna masker di Jalan Raya Puncak Bogor Jawa Barat. (Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi).

BOGOR, AYOJAKARTA.COM – Pelanggar PSBB di Kabupaten Bogor harus menerima hukuman pemborgolan jika diketahui terjaring razia operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19.

Persoalan itu memunculkan polemik di masyarakat. Sebagian besar menyesalkan sikap Satpol PP Kabupaten Bogor atas tindakan memborgol pelanggar PSBB bak pelaku kriminal.

DPRD Kabupaten Bogor berencana akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Satpol PP Agus Ridhallah terkait polemik pemborgolan kepada pelanggar masker.

Bahkan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Yenti Garnasih, menyoroti tindakan Satpol PP Kabupaten Bogor yang memborgol pelanggar masker yang kekinian jadi polemik.

Yenti menyesalkan tindakan Satpol PP tersebut yang dinilai sudah melewati batas fungsi petugas penegak peraturan daerah (Perda).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto mengatakan DPRD akan melakukan koordinasi dengan komisi yang menangani Satpol PP untuk dilakukan pemanggilan.

"Nanti kita akan tindaklanjuti dan evaluasi terkait penggunaan borgol, kalau menekan dengan cara itu kan tidak baik, dan menjadi polemik di masyarakat. Kita rencananya akan ada rapat kerja dengan komisi juga," katanya.

AYO BACA : Melanggar Protokol Kesehatan, Pengendara di Bogor Tak Terima Diborgol

Politikus Gerindra ini menyayangkan atas aksi yang dilakukan Satpol PP yang memborgol pelanggar masker.

"Kalau kita prinsipnya satu, kita berharap ada langkah-langkah yang dilakukan lebih baik lagi. Jangan sampai tujuannya baik untuk menekan penyebaran Covid-19, tapi malah sampai ada polemik di masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Yenti menyayangkan tindakan Satpol PP tersebut yang dinilai sudah melewati batas fungsi petugas penegak peraturan daerah (Perda).

"Ini kan pelanggar Covid-19 (tidak menggunakan masker), bukan tindakan merujuk ke pidana, ini sangat disayangkan," katanya.

Yenti yang juga pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menjelaskan, pemborgolan itu ada aturannya dan harus sesuai dengan standar operasional (SOP).

"Mestinya kan tidak boleh, itu kan ada aturannya, dan juga standarnya juga ada, ini harus dipahami oleh semua petugas yang ada, menerapkan penegak hukum dan ini bukan pidana," tegasnya.

Andi Albar Kesal

AYO BACA : PSBB Kota Bogor Tahap 3 Dimulai, Ini Deretan Sanksi bagi Pelanggar

Sosok pria yang diborgol karena tak pakai masker di Bogor, Andi Albar akhirnya buka suara.

Andi Albar masih kesal karena diborgol karena tak pakai masker.

Aksi Satpol PP Kabupaten Bogor borgol Andi Albar mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak. Bahkan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Iman Budiana mengklaim itu hanya candaan.

Tapi Andi Albar membantah itu hanya candaan. Andi Albar pun menegaskan tidak kenal dengan Satpol PP yang memborgolnya.

"Siapa yang bilang kenal dengan Satpol PP di sana? Saya tidak kenal sama anggotanya satu pun di sana," tegas Andi Albar dengan nada tinggi saat dihubungi SuaraJakarta.id, Kamis (24/9/2020).

Andi Albar juga mengaku saat dirinya diborgol buka atas permintaannya.

Bahkan Andi juga menilai aksi yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Bogor itu sudah kelewatan.

"Biasa-bisanya mereka kenal sama saya! Nggak, saya nggak ada yang kenal. Kalau kenal saya mungkin nggak akan bacakan Pancasila disalahkan," tegasnya lagi.

AYO BACA : Pelanggar PSBB Bogor Disanksi Denda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar