Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Satpol PP DKI Jakarta Menindak 15 Ribu Pelanggar dan Mengumpulkan Denda Hampir Rp200 Juta

  Jumat, 25 September 2020   Icheiko Ramadhanty
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin / beritajakarta.id

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua di DKI Jakarta hampir usai. Jakarta PSBB ketat ini diberlakukan hampir dua pekan sejak 14 September 2020.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah menindak sebanyak 15.389 pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Jumlah tersebut dilakukan selama periode 14 September hingga 24 September 2020. Dari pelanggaran tersebut, juga terkumpul denda administrasi sebesar Rp 194.800.000.

AYO BACA : Diklaim Efektif, PSBB Ketat DKI Jakarta Diperpanjang 14 Hari hingga 11 Oktober

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, menegaskan bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga Jakarta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Jika memang keluar rumah disiplin menerapkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," ucap Arifin, dilansir dari beritajakarta.id, Jumat (25/9/2020).

Untuk para pemilik tempat usaha, Arifin menegaskan bahwa mereka tidak diizinkan untuk melayani makan di tempat (dine in) dan hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang (take away).

AYO BACA : Hampir Sepekan Jakarta PSBB Ketat, Harian Covid-19 DKI Turun Jadi 988 Kasus (Update 19 September 2020)

"Untuk perkantoran juga mengikuti protokol kesehatan sesuai Pergub 88 Tahun 2020 salah satunya membatasi jumlah karyawannya maksimal 25 persen dari kapasitas normal," kata Arifin.

Berdasarkan data hasil pengawasan 14 sampai 24 September terhadap 734 tempat usaha/restoran, warung makan dan kafe, ditemukan 339 pelanggaran.

Rincian sanksinya yaitu 26 restoran maupun kafe dikenakan denda administratif, 162 ditutup sementara, dan 151 dikenakan teguran tertulis. Jumlah denda terkumpul Rp15.750.000.

Kemudian untuk hasil pengawasan terhadap 155 perkantoran swasta/maupun pemerintah, ditemukan 31 pelanggaran. Rinciannya, 17 perkantoran ditutup sementara 3 x 24 jam, dan 14 perkantoran dikenakan surat pernyataan.

Untuk pelanggar masker, ditemukan sebanyak 15.019 orang dengan rincian 13.879 orang dikenakan sanksi kerja sosial dan 1.140 orang dikenakan denda administrasi. Total denda pelanggaran masker sebesar Rp179.050.000.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Dinas Nakertrans Jakpus Sesalkan Perusahaan Esensial yang Langgar Aturan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar