Yamaha

Dinas SDA DKI Jakarta Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

  Jumat, 25 September 2020   Khoirur Rozi
skema pengelolaan air limbah domestik di Jakarta/ instagram: dinas_sda

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan dan permukiman. Adapun sistem yang dibangun adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Jaringan Perpipaan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, keberadaan IPAL ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pelayanan air limbah, perbaikan kualitas lingkungan pada air permukaan dan air tanah, serta menjadi sumber alternatif air baku sebagai sumber air bersih di lingkungan masyarakat.

AYO BACA : Jangan Panik Menanggapi Penelitian Tsunami di Selatan Jawa, Ini Kata BMKG!

“Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Jakarta jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik akan mengakibatkan air tercemar. Selain itu, perbaikan dan pengembangan sistem pengelolaan air limbah terpusat dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan. Keberadaan IPAL ini juga dapat mencegah timbulnya penyakit bawaan air (waterborne disease) yang disebabkan oleh buruknya kualitas air permukaan dan air tanah,” kata Juaini, Jumat (25/9/2020).

Lebih lanjut Juaini menjelaskan, SPALD-T skala perkotaan dapat mengelola air limbah domestik di lingkup perkotaan dengan minimal layanan 20ribu  jiwa. Sementara, pada cakupan pelayanan SPALD-T komunal skala permukiman, dapat mengelola air limbah domestik untuk melayani 500 sampai 6.000 jiwa untuk setiap SPALD-T. Sementara skala kawasan tertentu yang mencakup kawasan komersial dan kawasan rumah susun.

"Kami juga bekerja sama dengan PD PAL Jaya untuk meningkatkan sanitasi bagi masyarakat dengan melakukan pengolahan air limbah domestik sistem setempat melalui revitalisasi tangki septik. Pembangunan SPALD skala permukiman sistem setempat ini juga akan terus dilakukan terutama pada kawasan permukiman yang dinilai membutuhkan akses sanitasi yang layak,” jelasnya.

AYO BACA : Penelitian Ungkap Pulau Jawa Bagian Selatan Berpotensi Tsunami Setinggi 20 Meter Lebih

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar