Yamaha

Pemakaman Covid-19 di Jakarta Selama 7 Bulan Capai 6.248 Jenazah

  Minggu, 27 September 2020   Aini Tartinia
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau lokasi pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (19/9/2020) (dok: Facebook Anies Baswedan)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta masih terus bertambah, seiring dengan meningkatnya kasus harian setiap harinya.

Sejak kasus Corona pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu yang menimpa dua warga Depok, Jawa Barat, ribuan orang sudah dimakamkan dengan protokol Covid-19. Jumlah jenazah yang dimakamkan tak hanya pasien Covid-19 yang dinyatakan positif, tetapi juga berkategori suspek dan probable.

Dilansir akun Facebook resmi Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Dinkes Pemprov) DKI Jakarta, tercatat data per Jumat 25 September 2020 total 6.248 jenazah dimakamkan dengan protap Covid-19.

Lokasi pemakaman tersebar mulai dari di TPU Pondok Ranggon, TPU Tegal Alur yang disiapkan Pemprov DKI, TPU lainnya, tanah wakaf, TPU luar DKI Jakarta, hingga kremasi.

Ayojakarta merinci data rekapitulasi pelayanan pemakaman dengan protokol Covid-19 dalam kurun waktu Maret 2020 sampai dengan September 2020 :

Maret 2020 (355 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 154 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 129 jenazah

-       TPU Lainnya: 19 jenazah

-       Tanah Wakaf: 10 jenazah

-       TPU Luar DKI: 31 jenazah

-       Kremasi: 12 jenazah

April 2020 (1.241 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 597 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 504 jenazah

-       TPU Lainnya: 7 jenazah

-       Tanah Wakaf: 2 jenazah

-       TPU Luar DKI: 62 jenazah

-       Kremasi: 69  jenazah

AYO BACA : Ancaman Jurang Resesi Ekonomi, Inilah Beberapa Sektor yang Bisa Terdampak di DKI Jakarta!

Mei 2020 (892 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 497 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 332 jenazah

-       TPU Lainnya: 0 jenazah

-       Tanah Wakaf: 12 jenazah

-       TPU Luar DKI: 27 jenazah

-       Kremasi: 24 jenazah

Juni 2020 (575 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 301 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 225 jenazah

-       TPU Lainnya: 4 jenazah

-       Tanah Wakaf: 10 jenazah

-       TPU Luar DKI: 25 jenazah

-       Kremasi: 10 jenazah

Juli 2020 (630 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 350 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 207 jenazah

-       TPU Lainnya: 5 jenazah

-       Tanah Wakaf: 16 jenazah

AYO BACA : Warga DKI Jakarta, Inilah 5 Layanan Kesehatan yang Ditanggung Pemprov DKI

-       TPU Luar DKI: 26 jenazah

-       Kremasi: 26 jenazah

Agustus 2020 (1.183 Pemakaman)

-       TPU Pondok Ranggon: 703 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 338 jenazah

-       TPU Lainnya: 5 jenazah

-       Tanah Wakaf: 33 jenazah

-       TPU Luar DKI: 43 jenazah

-       Kremasi: 61 jenazah

September 2020 sampai dengan 25/9/2020 (1.372)

-       TPU Pondok Ranggon: 786 jenazah

-       TPU Tegal Alur: 410 jenazah

-       TPU Lainnya: 11 jenazah

-       Tanah wakaf: 43 jenazah

-       TPU Luar DKI: 50 jenazah

-       Kremasi: 72 jenazah

Berdasarkan data tersebut, pada awal pandemi corona muncul, jumlah pemakaman sudah cenderung meningkat hingga April 2020.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kemudian memberlakukan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 10 April 2020, dan diperpanjang hingga tiga kali. Selama masa PSBB ini, jumlah pemakaman terlihat menurun hingga Juni 2020.

Lalu, usai Lebaran tepatnya 5 Juni 2020, Anies mulai menerapkan PSBB transisi yang diperpanjang hingga liima kali menyesuaikan kondisi kasus harian Corona di ibukota. Namun, terlihat dari data di atas kenaikan angka kematian malah terjadi saat masa PSBB transisi ini.

Puncak terjadi pada Agustus 2020 hingga September 2020 terlihat bahwa jumlah pemakaman semakin meningkat. Bahkan, lahan pemakaman di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur semakin menipis. Bahkan, diprediksi akan penuh dalam beberapa bulan ke depan.

Rata-rata pemakaman pasien dengan protap Covid-19, baik positif maupun suspek, di Jakarta setiap harinya kini mencapai 40 orang hingga 50 orang. Bahkan, pemakaman harian tertinggi terjadi pada 16 September 2020 (67 pemakaman) dan 5 September 2020 (66 pemakaman).

Oleh karena itu, melihat pertumbuhan kasus positif corona yang terus meningkat, sementara kapasitas RS rujukan juga semakin terbatas, Anies memutuskan untuk menarik rem darurat. Ia mencabut kebijakan PSBB transisi, dan kembali menerapkan PSBB dengan pengetatan yang mulai berlaku sejak 14 September 2020.

AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Peningkatan Kasus Covid-19 Ibu Kota Melambat, dari 49% Jadi 12%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar