Yamaha

Berkerumun di Pasar Asemka Kota Tua, PKL Dibubarkan Satpol PP Taman Sari

  Minggu, 27 September 2020   Aini Tartinia
Satpol PP Taman Sari, Jakarta Barat, menghalau aktivitas berjualan PKL di kawasan Kota Tua/dok: barat.jakarta.go.id

TAMAN SARI, AYOJAKARTA.COM – Guna mengantisipasi adanya kerumunan orang pada masa pelaksanaan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan DKI Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat membubarkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Asemka Raya dan Pintu besar Utara, Kamis (24/9/2020).

“Sebanyak 15 PKL di Asemka dan Pintu Besar Utara dibubarkan. Kami himbau mereka agar tidak menimbulkan kerumunan. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Camat Taman Sari, Risan H Mustar dilansir barat.jakarta.go.id, Kamis (24/9/2020).

Padahal menurutnya, petugas tak henti-hentinya memberikan imbauan maupun membubarkan kerumunan dan memberikan teguran kepada para pedagang kaki lima. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti Pergub No.80 Tahun 2020 tentang PSBB pengetatan.

AYO BACA : Hadapi Musim Hujan, Walkot Jakut Ajak Warga Terlibat Penanggulangan Banjir

Dalam Pergub sesuai ketentuan, di antaranya menutup sejumlah aktivitas di kawasan wisata Kota Tua. "Selama masa PSBB kawasan wisata Kota Tua ditutup sementara," ucapnya.

Selain itu, petugas gabungan juga rutin melaksanakan patroli pengawasan protokol kesehatan Covid-19 dan sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) khususnya di kawasan Taman Sari.

“Kami akan terus melakukan penindakan maupun sosialisasi agar mereka tidak menimbulkan kerumunan,” imbuhnya.

AYO BACA : Pemakaman Covid-19 di Jakarta Selama 7 Bulan Capai 6.248 Jenazah

PSBB pengetatan DKI Jakarta diperpanjang hingga 14 hari terhitung sejak 28 September 2020. Diketahui, PSBB pengetatan tahap pertama di Ibu Kota berakhir pada hari ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selain itu, Pemprov DKI juga telah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat untuk kembali memperpanjang PSBB.

“Kasus Covid-19 DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2020).

Anies mengklaim selama PSBB dua pekan ini, kasus positif Covid-19 menunjukkan penurunan lantaran mobilitas warga dibatasi dengan ketat. Pada 12 hari pertama September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3.864 kasus. Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1.453 kasus.

“Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M," ujarnya.

AYO BACA : Warga DKI Jakarta, Inilah 5 Layanan Kesehatan yang Ditanggung Pemprov DKI

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar