Yamaha

JAKARTA PSBB KETAT: Layani Dine In, 7 Rumah Makan di Kramat Jati Disegel 3 x 24 Jam

  Minggu, 27 September 2020   Aini Tartinia
Petugas gabungan menyegel tujuh rumah makan di Kramat Jati, Jakarta Timur/dok: timur.jakarta.go.id

KRAMAT JATI, AYOJAKARTA.COM – Petugas gabungan menyegel tujuh rumah makan di Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis lalu. Pasalnya, operasional ketujuh rumah makan tersebut memberikan pelayanan dine in dan hal itu melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan

Camat Kramat Jati, Eka Darmawan, merincikan  enam rumah makan yang disegel terletak di Jalan Mayjen Soetoyo dan satu rumah makan lainnya berlokasi di Jalan Dewi Sartika.

“Ketujuh rumah makan tersebut disegel 3 x 24 jam karena melayani pelanggan makan di tempat dalam jumlah banyak,” ujarnya dilansir timur.jakarta.go.id, Jumat (25/9/2020).

Padahal, sebelumnya pengelola rumah makan itu telah diimbau agar selama masa PSBB pengetatan yang diberlakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak melayani makan di tempat.

“Namun, karena mereka tetap membandel maka kita tindak tegas,” kata Eka.

AYO BACA : Berkerumun di Pasar Asemka Kota Tua, PKL Dibubarkan Satpol PP Taman Sari

Saat penyegelan, kata Eka, pihaknya mengerahkan seratus personel petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Sudin Perhubungan, Sudin Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Garnisun, dan TNI/Polri.

Pemberian sanksi penyegelan ini mengacu pada Pergub DKI No.88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub DKI No.33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.

“Pemberian sanksi tegas ini untuk memberikan efek jerak, sekaligus pembelajaran bagi para pemilik usaha lainnya agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, penindakan serupa sebelumnya juga dilakukan petugas gabungan di dua tempat yang terdiri dari kafe dan usaha karaoke di bilangan Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (19/8/2020). Kedua tempat itu mengabaikan aturan Pemprov DKI dalam upaya pencegahan mata rantai Covid-19.

Penindakan itu berlangsung pada penutupan usaha karoke di bilangan komplek Era Mas dan kafe di sepanjang Jalan Sentra Primer yang masih melakukan jam operasional.

AYO BACA : Warga DKI Jakarta, Inilah 5 Layanan Kesehatan yang Ditanggung Pemprov DKI

“Kita tutup selama tiga hari kedepan. Para pengunjung kita kenakan sanksi tegas kerja sosial," kata Camat Cakung, Ahmad Salahudin.

Tak hanya itu, petugas melanjutkan penindakan pada sekitar wilayah Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang. Pasalnya, wilayah tersebut menjadi tempat berkerumunya warga.

“Kami tindak tegas sanksi kerja sosial, mereka selain mengabaikan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak). Bahkan kita temukan miras (minuman keras)," ujar Ahmad.

Sementara itu, Kapolsek Cakung Kompol Satria, menambahkan, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan seluruh jajaran Kecamatan Cakung sebagai bentuk kepedulian langsung menegakan aturan PSBB.

“Masih ditemukan pelanggaran, dan ini tekad kami dalam menjalankan aturan protokol kesehatan,” ujar Satria.

Hal senada diungkapkan Danramil 06 Cakung Kodim 0505/Jakarta Timur, Kapten Inf. Syaidan, mengatakan, ini merupakan sinergitas tiga pilar bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) wilayah Cakung dalam menegakkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

"Kita mendukung upaya pencegahan dengan mengantisipasi bahaya virus corona,” kata Syaidan.

AYO BACA : Pemakaman Covid-19 di Jakarta Selama 7 Bulan Capai 6.248 Jenazah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar